Monday, 17 June 2013

UAS TIK Animasi Sederhana

Seorang Anak Bersepeda



Kring.......kring...kring ada sepeda
sepeda ku roda dua

Rekan-rekan mohon untuk meninggalkan komen yaaa... ;)

UAS TIK ( Membuat Animasi sederhana dengan adobe director 11)


Kring.... kring... ada sepeda....
sepeda ku roda dua....:))

seorang anak yang asik bermain sepeda....

Rekan-rekan silahkan dikomentari yaaaa... ;)

alkali metals flame


ANALISIS KASUS PRODUK DESAIN INSTRUKSIONAL DI SMAN 1 PEMULUTAN BARAT



ANALISIS KASUS
PRODUK DESAIN INSTRUKSIONAL
 SMA NEGERI 1 PEMULUTAN BARAT




                                   DOSEN PENGASUH:
Prof. Dr. H.Fuad Abd. Rachman, M.Pd.
Dr. Djamaah Sopah, MSc.Ed.



OLEH :
RATIH MAYASITA
06122503014





UNIVERSITAS SRIWIJAYA
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
PROGRAM STUDI MAGISTER TEKNOLOGI PENDIDIKAN
2013
ANALISIS KASUS PRODUK DESAIN INSTRUKSIONAL
 SMA NEGERI 1 PEMULUTAN BARAT

Pendahuluan
            Sekolah merupakan wadah bagi peserta didik untuk mengembangkan potensi-potensi yang dimilikinya. Sekolah merupakan lembaga pendidikan formal  yang terdiri dari kepala sekolah, guru, peserta didik, wali peserta didik dan karyawan sekolah. Guru merupakan individu yang berinteraksi langsung  dan intens dengan peserta didik. Guru memiliki peran sebagai fasilitator bagi peserta didik dalam proses pembelajaran. Tugas seorang guru adalah memberikan fasilitas yang dibutuhkan peserta didik untuk mengembangkan potensi dirinya sendiri. Oleh karena itu, seorang guru diharapkan dapat menyiapkan segala hal yang dapat digunakan untuk mengembangkan potensi yang dimiliki oleh peserta didik dalam proses pembelajaran. Persiapan yang dibuat oleh guru dapat berupa rancangan pelaksanaan pembelajaran. Seorang guru sebelum memulai pembelajaran diharapkan membuat rancangan pelaksanaan pembelajaran atau yang dikenal dengan RPP. RPP bermanfaat untuk menentukan kegiatan pembelajaran yang terjadi antara peserta didik dengan pendidik maupun dengan peserta didik lainnya dan kompetensi yang ingin dicapai selama proses pembelajaran.
       Kegiatan pembelajaran merupakan salah satu faktor yang menentukan tujuan pembelajaran dapat tercapai atau tidak. Apakah peserta didik sudah mencapai kompetensi yang diharapakan atau tidak. Untuk mengetahui apakah peserta didik dapat mencapai kompetensi yang diharapkan dapat dilihat selama proses pembelajaran berlangsung dan dapat juga dilakukan melalui suatu tes evaluasi. Misalnya seorang guru memberikan suatu pertanyaan yang terkait dengan kompetensi ketercapaian pembelajaran  dan peserta didik mampu menjawab pertanyaan yang diberikan. Maka dapat dikatakan bahwa tujuan pembelajaran dapat tercapai.
        Seorang guru harus memperhatikan segala aspek dalam diri peserta didik untuk mewujudkan tercapainya kompetensi pembelajaran yang diharapkan. Hal ini terkait dengan karakteristik setiap individu yang mencakup tingkat kecerdasaan, fisik, psikis dan spiritual berbeda. Peserta didik juga memiliki gaya belajar, bakat dan minat  yang berbeda antara yang satu dengan yang lainnya. Misalnya peserta didik yang lebih suka dengan menonton maka akan lebih menerima proses pembelajaran jika ada semacam tayangan yang diberikan.
       Guru diharapkan selain memahami karakteristik anak didiknya tetapi juga memberikan kegiatan pembelajaran yang tepat dan bervariasi bagi anak didiknya. Hal ini terkait supaya tidak ada kejenuhan peserta didik dalam menerima pembelajaran. Untuk dapat sampai ke tahap tersebut,  guru harus bersedia  untuk selalu melakukan perbaikan-perbaikan dalam proses pembelajarannya. Guru dituntut untuk melakukan analisis pembelajaran agar tujuan pembelajaran dan kompetensi yang diharapkan dalam proses pembelajaran dapat terwujud.
       Beberapa calon guru ataupun guru sudah melakukan kegiatan analisis instruksional namun beberapa belum melakukan kegiatan tersebut. Hal ini dikarenakan kurangnya pengetahuan mengenai melakukan analisis instruksional dan menyusun sistem instruksional. Maka pemakalah dalam hal ini merumuskan permasalahan mengenai langkah-langkah dalam menyusun sistem instruksional termasuk melakukan analisis instruksional dan memberikan contoh analisis di SMA Negeri 1 Pemulutan Barat. Diharapkan dengan mengetahui hal ini dapat memberikan manfaat berupa pengetahuan bagi guru ataupun calon guru dalam melakukan menyusun sistem instruksional termasuk analisis intruksional di sekolahnya masing-masing.

Langkah-Langkah dalam Menyusun Sistem Instruksional
       Menurut Suparman(2012) mengemukakan bahwa langkah-langkah dalam menyusun sistem instruksional dapat diperlihatkan pada bagan dibawah ini:





Mengidentifikasi kebutuhan instruksional dan Menulis tujuan instruksional
Menyusun strategi instruksional
Menyusun alat penilaian hasil belajar
Menulis TIK
Mengidentifikasi perilaku dan karakteristik awal peserta didik
Melakukan analisis instruksional
Mengembangkan bahan instruksional
Menyusun desain dan melaksanakan evaluasi formatif
Sistem instruksional
Implementasi evaluasi sumatif dan difusi inovasi
 










      


                                                                                                                                   
Keterangan:
1.      Mengidentifikasi kebutuhan instruksional dan menulis tujuan instruksional umum
2.      Melakukan analisis instruksional
3.      Mengidentifikasi perilaku dan karakteristik awal peserta didik
4.      Menulis tujuan instruksional khusus
5.      Menyusun alat penilaian hasil belajar
6.      Menyusun strategi instruksional
7.      Mengembangkan bahan instruksional
Mengidentifikasi kebutuhan instruksional dan menulis tujuan instruksional umum
Kebutuhan Instruksional:
Langkah 1
1.      Peserta didik merupakan siswa/i kelas X berjumlah 25 orang.
2.      Materi Pembelajaran kimia memiliki nilai KKM sebesar 73
3.      Peserta didik tidak mencapai KKM sebanyak 80% dari jumlah seluruhnya.

Langkah 2
1.      Peserta didik yang tidak mencapai kompetensi yang diharapkan saat pembelajaran sebesar 80%
2.      Proses pembelajaran yang dilakukan selama ini tidak memberikan hasil yang maksimal
Langkah 3
1.      Peserta didik tidak memahami materi pembelajaran yang diberikan
2.      Peserta didik kurang termotivasi selama proses pembelajaran
3.      Peserta didik menunjukkan perilaku pasif  selama proses pembelajaran
Langkah 4
1.      Peserta didik belum pernah mendapat materi mengenai larutan elektrolit dan non elektrolit sebelumnya
Langkah 5
1.      Peserta didik yang belum menerima pengetahuan ataupun pembelajaran larutan elektrolit dan non elektrolit maka akan merumuskan terlebih dahulu tujuan instruksional umum.
Standar Kompetensi ( Tujuan Instruksional Umum) : Memahami sifat – sifat larutan elektrolit dan non elektrolit, serta reaksi oksidasi-reduksi
Kompetensi Dasar : Mengidentifikasi sifat larutan Non-elektrolit dan Elektrolit berdasarkan data hasil percobaan

Melakukan analisis instruksional
       Menurut Suparman(2012),  analisis instruksional adalah proses penjabaran kompetensi umum jadi subkomptensi, kompetensi khusus atau kompetensi dasar yang disusun secara sistematik dan logis.
Langkah-langkah dalam melakukan analisis instruksional yaitu:
1.      Menuliskan kompetensi umum yang telah Anda tulis dalam TIU untuk mata pelajaran yang sedang anda kembangkan.
2.      Menulis setiap subkompetensi yang menurut Anda menjadi bagian dari kompetensi umum berkisar antara 5-10 buah. Bila sangat dibutuhkan, masih mungkin menambahnya lebih banyak.
3.      Menyusun subkompetensi di dalam suatu daftar dalam urutan yang logis dimulai dari kompetensi umum, subkompetensi yang paling dekat hubungannya dengan kompetensi umum, dan diteruskan mundur sampai subkompetensi yang paling jauh dari kompetensi umum.
4.      Menambahkan subkompetensi tersebut atau menguranginya jika perlu.
5.      Menuliskan setiap subkompetensi dalam suatu lembar kertas ukuran 3 x 5 cm
6.      Menyusun kartu tersebut di atas meja atau lantai dengan menempatkannya dalam struktur hirarkis, prosedural atau pengelompokkan, menurut kedudukan masing-masing terhadap kartu yang lain.
7.      Jika perlu, tambahkan subkompetensi lain yang dianggap perlu atau kurang bila dianggap lebih.
8.      Menggambarkan letak setiap subkompetensi tersebut dalam bentuk kotak-kotak di atas lebar sesuai dengan letak kartu yang telah Anda susun. Hubungkan kotak-kotak yang telah digambar dengan garis-garis vertikal atau horizontal.
9.      Meneliti kemungkinan menghubungkan kompetensi umum yang satu dan yang lain atau berbagai subkompetensi yang berada di bawah kompetensi umum yang berbeda.
10.  Memberi nomor urut pada setiap subkompetensi dimulai dari yang terjauh sampai ke yang terdekat dengan kompetensi umum.
11.  Mendiskusikan atau mengonsultasikan bagian yang telah disusun dengan teman sejawat untuk mendapatkan masukan.
Contoh analisis instruksional  X SMA Negeri 1 Pemulutan Barat mata pelajaran kimia untuk pokok bahasan Larutan Elektrolit dan Non Elektrolit.
Kriteria Kompetensi dasar :
1.      Pengertian larutan elektrolit
2.      Pengertian larutan non elektrolit
3.      Identifikasi sifat larutan elektrolit dan non elektrolit berdasarkan percobaan
4.      Penggolongan larutan elektrolit berdasarkan percobaan
5.      Penggolongan larutan non elektrolit berdasarkan percobaan
6.      Reaksi ionisasi pada larutan elektrolit


Mengidentifikasi perilaku dan karakteristik awal peserta didik
Langkah 1
       Identifikasi perilaku dan karakteristik awal peserta didik dengan cara observasi dan tes. Berdasarkan observasi dan tes diketahui bahwa penguasaan awal kompetensi peserta didik kelas X SMA Negeri 1 Pemulutan Barat untuk Materi Pembelajaran Larutan elektrolit dan non elektrolit yaitu:
No
Kompetensi dasar
Amat Baik
Baik
Cukup
Jelek
Amat Jelek
1
2
3
4
5
6
7
1.



2.




3.


4.


5.



6


7


8
Menjelaskan pengertian
Larutan

Menjelaskan mengapa larutan dapat menghantarkan listrik

Menjelaskan pengertian larutan elektrolit

Menjelaskan pengertian larutan non elektrolit

Menjelaskan perbedaan sifat-sifat larutan elektrolit dan non elektrolit secara umum

Menyebutkan contoh larutan ekeltrolit

Menyebutkan contoh larutan non elektrolit

Menuliskan reaksi ionisasi larutan elektrolit
5


4



0

0


0




1

0


0
10


12



3

1


1




2

0


0

5


6



2

1


0




3

0


0

3


2



15

9


9




4

5


0

2


1



5

14


15




15

20


25

Langkah 2
a.       Membuat angket terbuka kepada peserta didik kelas X dan menyebarkan angket terbuka kepada peserta didik kelas X yang berjumlah 25 orang.. Siswa kelas X berjumlah 10 orang dan siswi kelas X berjumlah 15 orang. Maka contoh angket terbuka dapat diperlihatkan dibawah ini:
FORMULIR SISWA
Data Pribadi Siswa
Nama Siswa                                        :
Tempat dan Tanggal Lahir                  :
Bahasa Sehari-Hari                             :
Bahasa Asing Yang Dikuasai             :
Hobby                                                 :
Cita-Cita                                             :
Alamat                                                            :
Alat Adio-visual Yang Dimiliki          :
Alamat Email                                      :
Data Pendidikan Siswa
a.       Lulusan Dari                              :
b.      Tanggal/Nomor STL                  :
c.       Lama Belajar                             :
d.      Nilai SKHUN                            :
e.       Tanggal/Nomor SKHUN          :
Data Orangtua Siswa
a.       Data Ayah
Nama                                          :
Tempat dan tanggal lahir            :
Pendidikan Terakhir                   :
Pekerjaan                                    :
Golongan Pekerjaan                    :
Penghasilan per Bulan                :
b.      Data Ibu
Nama                                          :
Tempat dan tanggal lahir            :
Pendidikan Terakhir                   :
Pekerjaan                                    :
Golongan Pekerjaan                    :
Penghasilan per Bulan                :

Langkah 3
Berdasarkam data kompetensi kelas X untuk materi larutan elektrolit dan non elektrolit maka dapat disimpulkan bahwa ada 2 komptensi yang sudah dikuasai siswa dan ada 6 kompetensi yang belum dikuasai oleh peserta didik. Mengingat materi mengenai larutan elektrolit dan non elektrolit belum pernah dipelajari sebelumnya.
Langkah 4
Kompetensi yang belum dikuasai
Menjelaskan pengertian larutan elektrolit Menjelaskan pengertian larutan non elektrolit
Menjelaskan perbedaan sifat-sifat larutan elektrolit dan non elektrolit berdasarkan percobaan
Menyebutkan contoh larutan elektrolit
Menyebutkan contoh larutan non elektrolit
Menuliskan reaksi ionisasi larutan elektrolit
Langkah 5
            Materi larutan elektrolit dan non elektrolit yang akan dipelajari memiliki urutan subpokok bahasan seperti di bawah ini:
1.    Menjelaskan pengertian larutan elektrolit
2.    Menjelaskan pengertian larutan non elektrolit
3.    Menjelaskan sifat-sifat larutan elektrolit dan non elektrolit berdasarkan percobaan
4.    Menyebutkan contoh larutan elektrolit
5.    Menyebutkan contoh larutan non elektrolit
6.    Menuliskan reaksi ionisasi larutan elektrolit
Langkah 6
Berdasarkan angket terbuka yang disebarkan kepada peserta didik maka dapat ditafsirkan karakteristik peserta didik yaitu:
a.       Keadaan Orangtua Siswa
Peserta didik berasal dari keluarga yang ekonominya menengah kebawah, tingkat pendidikan yang rendah dan pekerjaan orangtua adalah  mayoritas petani dan pedagang.
b.      Gaya Belajar Siswa
Mayoritas siswa/i  kurang  suka dalam membaca buku kimia kelas X. Hal ini terlihat dari ketidaksiapan siswa/i dalam mengikuti materi pembelajaran selanjutnya. Mayoritas siswa/i kurang termotivasi dalam pembelajaran jika hanya mendengarkan perkataan dari pendidik. Mayoritas siswa/i lebih suka bekerja sama dalam kelompok dengan melakukan kegiatan diskusi kelompok dan eksperimen.
c.       Kemampuan belajar
Kemampuan belajar siswa masih dibawah kriteria standar ketuntasan minimum. Nilai KKM Kimia kelas X adalah 73. Kemandirian dalam mengerjakan tugas belum maksimal.  Hal ini terlihat saat diberikan pekerjaan rumah pada hari kamis untuk dikumpulkan pada hari sabtu maka hanya beberapa siswa yang mengumpulkan selebihnya dikerjakan pada pada hari sabtu disekolah.
d.      Kemampuan Penggunaan Teknologi Informasi
Peserta didik cendrung tidak dapat menggunakan teknologi informasi. Hal ini terlihat dari mayoritas peserta didik tidak memiliki computer dan alat sejenisnya dirumah bahkan belum tersedianya WARNET didaerah setempat.
e.       Media pembelajaran kimia yang digunakan adalah white board, board marker, alat dan bahan kimia.
f.       Metode pembelajaran kimia yang digunakan adalah metode ceramah, metode diskusi.
g.      Mata pelajaran kimia dilakukan selama 2 kali dalam seminggu. Jumlah jam pelajaran sebanyak 5 jam pelajaran. Pembelajaran kimia dilakukan pada hari kamis dan sabtu.
h.      Mengevaluasi pembelajaran kimia yang berupa evaluasi hasil belajar  untuk materi larutan elektrolit dan non elektrolit berupa tes essay  dan evaluasi program pembelajaran.

Perumusan Tujuan Instruksional Khusus
Langkah 1
Materi Pembelajaran : Larutan elektrolit dan non elektrolit
Langkah 2
Peserta didik kelas X yang tidak mencapai KKM sebanyak 80%. Nilai KKM kimia sebesar 73. Nilai rata-rata peserta didik rendah.
Langkah 3
Peserta didik yang diharapkan dapat mencapai KKM sebanyak 80%
Langkah 4
Tujuan Instruksional Khusus yang terdiri dari komponen ABCD:
Peserta didik   kelas X   akan dapat   menjelaskan   pengertian larutan elektrolit
A                                               B                                           C
paling sedikit  100%  benar
                                                       D
Peserta didik   kelas X   akan dapat   menjelaskan   pengertian larutan
A                                               B                   C
non elektrolit  paling sedikit  100%  benar
                                           D
Peserta didik   kelas X akan dapat  menjelaskan  perbedaan sifat-sifat larutan
                   A                                         B                                     C
elektrolit dan non elektrolit berdasarkan percobaan paling sedikit 100% benar                                                                                                                  D
Peserta didik   kelas X akan dapat  menyebutkan    contoh-contoh larutan
                   A                                             B                                 C
elektrolit  paling sedikit 100% benar
                                  D
Peserta didik   kelas X akan dapat  menyebutkan    contoh-contoh larutan
                   A                                             B                                 C
non elektrolit  paling sedikit 100% benar
                                D

Peserta didik   kelas X   akan dapat  menuliskan  reaksi ionisasi larutan  
                   A                                             B                     C
elektrolit paling sedikit 80% benar
                                                D
Menyusun Alat Penilaian Hasil Belajar
Jawablah pertanyaan berikut dengan tepat dan jelas!
1. Jelaskan pengertian larutan, larutan elektrolit dan larutan non elektrolit!
2. Jelaskan dengan singkat mengapa larutan elektrolit dapat menghantarkan listrik!
3. Tuliskan reaksi ionisasi dari senyawa di bawah ini :
     a.  H2SO4       b. Mg(OH)2               c. BaCl2       d. H2O
4.  a. NaCl   b. C2H5OH     c. CH3COOH   d. Larutan Gula     e. HCl        f.  Urea
  Manakah dintara senyawa di atas yang tergolong senyawa elektrolit dan non  elektrolit ?
5.  Jelaskan perbedaan sifat antara larutan elektrolit dan non elektrolit

Pengembangan Strategi Instruksional
Strategi instruksional berupa RPP yang dibuat dari analisis desain instruksional (terlampir)
Pengembangan Bahan Ajar

LARUTAN ELEKTROLIT DAN NON ELEKTROLIT
Standar Kompetensi
Memahami sifat – sifat larutan non elektrolit dan eletrolit, serta reaksi oksidasi-reduksi
Kompetensi Dasar
Mengidentifikasi sifat larutan Non-elektrolit dan Elektrolit berdasarkan data hasil percobaan
Tujuan Pembelajaran :
Siswa akan dapat,
·         Menjelaskan pengertian larutan elektrolit
·         Menjelaskan pengertian larutan non elektrolit
·         Menjelaskan perbedaan sifat-sifat larutan elektrolit berdasarkan percobaan
·         Menyebutkan contoh larutan elektrolit
·         Menyebutkan contoh larutan non elektrolit
·         Menuliskan reaksi ionisasi larutan elektrolit

Materi Pembelajaran
LARUTAN

1. Definisi larutan
Larutan didefinisikan sebagai suatu campuran homogen dua macam zat tunggal atau lebih atau lebih dengan bermacam-macam perbandingan komposisi, tidak memiliki bidang batas antara komponen-komponennya, dan mempunyai sifat-sifat yang sama di seluruh bagianya (serba sama).
Larutan (solution) terdiri atas zat terlarut (solute) dan zat pelarut (solvent). Pada umunya zat pelarut dalam larutan jumlahnya lebih banyak dari zat terlarut. Air merupakan zat pelarut karena larutan sebagaian besar zat pelarutnya adalah air.
Zat –zat terlarut yang tidak larut dalam air mengunakan zat pelarut yang sesuai dengan sifat zat terlarutnya, misalnya alkohol murni, aseton, bensin, dan minyak tanah.
Proses pelarutan dimulai dari tahap ekspansi partikel zat terlarut mapun pelarut. Selanjutnya partikel-partikel tersebut berinteraksi. Partikel zat terlarut dikelilingi oleh partikel pelarut. Tahap ini disebut solusi yang mneghasilkan larutan.

2. Jenis larutan berdasarkan daya hantar listriknya
Berdasarkan daya hantar listrik larutan dibedakan menjadi 2 yaitu :
  1. larutan yang dapat menghantarkan arus listrik ( larutan elektrolit)
   contohnya : larutan garam (NaCl), larutan cuka, H2SO4, NaOH, air laut, air sungai, larutan kapur sirih.
  1. larutan yang tidak dapat menghantarkan arus listrik disebut larutan nonelektrolit.
Contohnya : larutan gula, larutan urea, larutan alkohol, dan larutan glukosa.
Sifat daya hantar listrik zat yang larut dalam air dapat diketahui dengan menggunakan alat uji elektrolit.
Larutan elektrolit dapat menghantarkan arus listrik sedangakn larutan non lektrolit tidak dapat menghantarkan arus listrik karena di dalam air larutan elektrolit terionisasi atau teruari menjadi ion-ion yaitu ion positif dan ion negatif. Jadi ion-ion inilah yang menghantarakan arus listrik melalui larutan.contoh :
NaCl, NaOH dan CH3COOH dalam air terurai menjadi ion sebagai berikut :
NaCl(s)               Na+(aq)   +   Cl-(aq)
NaOH(s)                   Na+(aq)   +  OH-(aq)
CH3COOH              CH3COO-(aq)   +  H+(aq)




Ciri – ciri larutan elektrolit dan larutan non elektrolit
Larutan elektrolit
Larutan nonelektrolit
  1. dapat menghantarkan arus listrik
  2. larutan elektrolit di dalam air teruari menjadi ion-ion yaitu ion positif dan ion negatif
  3. semakin banyak jumlah ionya maka semakin kuat daya hantar listriknya
  4. lampu menyala terang
  5. terdapat gelembung-gelembung gas dalam jumlah yang banyak.
  1. tidak dapat menghantar arus listrik
  2. tidak mengandung ion-ion
  3. lampu tidak menyala
  4. tidak terdapat gelembung-gelembung gas

3. Jenis larutan berdasarkan ikatannya
            Larutan elektrolit dapat berupa senyawa ion dan senyawa kovalen.
  1. Senyawa ion adalah senyawa yang terbentuk dari ion-ion melalui ikatan ionik.ion-ion penyusun senyawa ionik terdiri atas ion posistifyang disebut kation dan ion negatif yang disebut anion. Jika senyawa ionik dilarutkan dalam air, ion-ion tersebut akan terurai dan bergerak bebas sehingga larutan ini digolongkan ke dalam larutan elektrolit kuat. Pada senyawa ionik yang berwujud padat, ion-ion tersebut tidak dapat bergerak bebas seperti dalam bentuk larutan. Akibatnya senyawa ionikdalam bentuk padatan tidak dapat menghantarakan arus listrik. Dalam bentuk lelehannya, ion-ion senyawa ionik dapat bergerak sehingga dapat menghantarkan arus listrik.
      contoh larutan elektrolit yang mengandung senyawa ion yaitu : NaCl, Kcl, NaOH,  KOH, Ba(OH)2.
  1. Senyawa kovalen ialah senyawa yang terdiri atas atom-atom (bukan ion) yang berikatan secara kovalen. Padatan dan lelehan senyawa kovalen tidak dapat menghantarkan arus listrik karena molekul kovalen tidak mengandung ion-ion. Namun, dalam bentuk larutannya ada senyawa kovalen yang dapat menghantarkan arus listrik, yaitu larutan senyawa-senyawa kovalen yang bersifat polar. Contoh larutan elektrolit yang mengandung senyaw kovalen (polar) yaitu : HCl, H2SO­4, CH3COOH, NH4OH, NH3, HNO3
Sumber :
  1. Suyatno, dkk .2007. Kimia Untuk SMA?MA Kelas X. Jakarta: Grasindo
  2. Sutresna, Nana. 2004. Kimia untuk SMA kelas 1 semester 2. Jakarta : Grafindo.
  3. Purba, Michael .2000. Kimia 2000 untuk SMU kelas 2. jakarta : Erlangga






















Lembar Kerja Siswa
DAYA HANTAR LISTRIK LARUTAN
Larutan banyak dijumpai dalam kehidupan kita sehari-hari,seperti air teh, limun, air laut, air sungai, sirup dan lain sebagainya. Kita mungkin pernah melihat orang menagkap ikan dengan menggunakan arus litrik. Mengapa ikan bisa mati walaupun tidak bersentuhan secara langsung dengan kawat/kabel ang dialiri listrik? Untuk memahami hal ini, maka lakukanlah percobaan berikut :
Tujuan : Menguji daya hantar listrik berbagai larutan dengan alat uji elektrolit
Alat dan Bahan
Alat :   - alat uji elektrolit
-          gelas piala
-          Baterai
-          Aquadest
-          Tissue
Bahan : (larutan)
-          HCl
-          Cuka (CH3COOH)
-          NaOH
-          garam dapur
-          Alkohol
-          Gula
Langkah – langkah kerja
1.      Rangkaian alat uji elektrolit s
2.      eperti gambar berikut.
                                                                                                                                                                                                                                                                                                    
                                +       -                                           
                                                  


3.      Ambil gelas piala, isi dengan aquadest kira-kira ¾ bagian kemudian uji daya hantar listriknya dengan mencelupkan kedua elektroda ke dalam aquadest tersebut.
4.      Amati apa yang terjadi pada lampu elektroda, catat hasil pengamatan anda dan masukkan dalam tabel pengamatan.
5.      Ulangi langkah nomor 2 dengan memakai larutan-larutan dibawah ini:
Catatan :
Kedua elektroda harus dicuci bersih dan dikeringkan dengan tisue sebelum dicelupkan kedalam larutan yang akan diuji.
(larutan)
-          HCl
-          Cuka (CH3COOH)
-          NaOH
-          garam dapur
-          Alkohol
-          Gula
-          Aquadest
Tabel Pengamatan
No
Larutan
Pengamatan
lampu
Pengamatan
elektroda
elektrolit
Non elektrolit
kuat
lemah
1
Aquadest





2
HCl





3
NaOH





4
NaCl





5
CH3COOH





6
Lar. Gula





7
C2H5OH






5. Berdasarkan hasil pengamatan (ada/tidaknya gelembung gas pada elektroda), jawablah pertanyaan/kerjakan tugas berikut :
a. Apa tanda-tanda/ gejala bahwa larutan menghantarkan arus listrik?
b. Apa tanda-tanda/ gejala bahwa larutan tidak menghantarkan arus listrik
c. Kelompokkan larutan berdasarkan kemampuan menghantarkan arus listrik!
d. Menurut dugaan anda apa tanda-tanda larutan elektrolit dan non elektrolit?
e. Buatlah kesimpulan sesuai dengan tujuan percobaan!
6. Kesimpulan
    Ditulis sesuai dengan nomor 4e!

A.    RPP Sebelum Perbaikan

RENCANA  PELAKSANAAN  PEMBELAJARAN
LARUTAN ELEKTROLIT DAN NON ELEKTROLIT

                 Nama Sekolah      :  SMAN 1 Pemulutan Barat
     Mata Pelajaran     :  Kimia
     Kelas / Semester    :  X / 2
Alokasi Waktu      :  2 x 45 menit

Standar Kompetensi :  Memahami sifat – sifat larutan non elektrolit dan eletrolit, serta reaksi oksidasi-reduksi
Kompetensi dasar      : 
Mengidentifikasi sifat larutan Non-elektrolit dan Elektrolit berdasarkan data hasil percobaan
I.     Indikator Pencapaian Kompetensi: 
·         Menjelaskan pengertian larutan elektrolit
·         Menjelaskan pengertian larutan non elektrolit
·         Menjelaskan perbedaan sifat-sifat larutan elektrolit berdasarkan percobaan
·         Menyebutkan contoh larutan elektrolit
·         Menyebutkan contoh larutan non elektrolit
·         Menuliskan reaksi ionisasi larutan elektrolit


II.  Tujuan:
     Siswa dapat,
·         Menjelaskan pengertian larutan elektrolit
·         Menjelaskan pengertian larutan non elektrolit
·         Menjelaskan perbedaan sifat-sifat larutan elektrolit berdasarkan percobaan
·         Menyebutkan contoh larutan elektrolit
·         Menyebutkan contoh larutan non elektrolit
·         Menuliskan reaksi ionisasi larutan elektrolit
III.        Materi Ajar      : 
Larutan elektrolit dan non elektrolit
IV.        Model Pembelajaran:
·         Metode Pembelajaran : - Praktikum
·         Model Pembelajaran :   - Diskusi Kelompok
V.           Skenario Pembelajaran
Kegiatan awal
o  Salam pembuka
o  Memeriksa kehadiran siswa
o  Membacakan indikator dan tujuan pembelajaran
o  Peserta didik dibagi menjadi 5 kelompok dimana masing-masing kelompok terdiri dari 5 orang peserta didik
o  Apersepsi:
Pendidik menjelaskan definisi larutan, zat terlarut dan zat pelarut
o  Motivasi
Berdasarkan definisi larutan, zat terlarut dan zat pelarut mengajak peserta didik untuk memberikan contoh dari beberapa larutan yang mereka ketahui
Kegiatan Inti
o   Mengarahkan siswa menuju kelompok yang sudah terbentuk sebelumnya
o   Memberikan lembaran lks yang telah dibuat
o   Guru meminta siswa merangkai alat dan mempersiapkan bahan untuk melakukan percobaan
o   Guru membimbing siswa dalam melakukan percobaan
o   Siswa melakukan percobaan secara mandiri
o   Memfasilitasi peserta didik untuk menyampaikan hasil diskusi dan memberi kesempatan anggota kelompok lain untuk bertanya atau memberi tanggapan.
Kegiatan Akhir
o    Bersama siswa mengambil kesimpulan terhadap apa yang sudah dipelajari pada hari ini.
o    Melakukan evaluasi terhadap hasil pembelajaran hari ini
VI.  Alat / Bahan / Sumber Belajar : 
            Buku Kimia
VII.  Penilaian: Soal berbentuk essay sebanyak 5 butir soal







                                                                                              
Mengetahui                                                               
Kepala SMAN 1 Pemulutan Barat                          Guru Mata Pelajaran



ADHAM, S.Pd                                                          Ratih Mayasita, S.Pd
NIP. 196901291994121001                                       NIP. 198605102011012005





B.     Tahap Evaluasi RPP
Tahap evaluasi RPP dilakukan adalah tahap terakhir yaitu uji coba lapangan. Dalam tahap evaluasi ini peneliti meminta rekan sejawat yaitu Guru bidang studi kimia yang mengajar di kelas XI IPA.

C.    RPP sesudah perbaikan

RENCANA  PELAKSANAAN  PEMBELAJARAN
LARUTAN ELEKTROLIT DAN NON ELEKTROLIT

                 Nama Sekolah      :  SMAN 1 Pemulutan Barat
     Mata Pelajaran     :  Kimia
     Kelas / Semester    :  X / 2
Alokasi Waktu      :  2 x 45 menit

Standar Kompetensi :  Memahami sifat – sifat larutan non elektrolit dan eletrolit, serta reaksi oksidasi-reduksi
Kompetensi dasar      : 
Mengidentifikasi sifat larutan Non-elektrolit dan Elektrolit berdasarkan data hasil percobaan
I.       Indikator Pencapaian Kompetensi: 
·         Menjelaskan pengertian larutan elektrolit
·         Menjelaskan pengertian larutan non elektrolit
·         Menjelaskan perbedaan sifat-sifat larutan elektrolit berdasarkan percobaan
·         Menyebutkan contoh larutan elektrolit
·         Menyebutkan contoh larutan non elektrolit
·         Menuliskan reaksi ionisasi larutan elektrolit

II.      Tujuan:
     Siswa dapat,
·         Menjelaskan pengertian larutan elektrolit
·         Menjelaskan pengertian larutan non elektrolit
·         Menjelaskan perbedaan sifat-sifat larutan elektrolit berdasarkan percobaan
·         Menyebutkan contoh larutan elektrolit
·         Menyebutkan contoh larutan non elektrolit
·         Menuliskan reaksi ionisasi larutan elektrolit

III.   Materi Ajar    : 
LARUTAN

1. Definisi larutan
Larutan didefinisikan sebagai suatu campuran homogen dua macam zat tunggal atau lebih atau lebih dengan bermacam-macam perbandingan komposisi, tidak memiliki bidang batas antara komponen-komponennya, dan mempunyai sifat-sifat yang sama di seluruh bagianya (serba sama).
Larutan (solution) terdiri atas zat terlarut (solute) dan zat pelarut (solvent). Pada umunya zat pelarut dalam larutan jumlahnya lebih banyak dari zat terlarut. Air merupakan zat pelarut karena larutan sebagaian besar zat pelarutnya adalah air.
Zat –zat terlarut yang tidak larut dalam air mengunakan zat pelarut yang sesuai dengan sifat zat terlarutnya, misalnya alkohol murni, aseton, bensin, dan minyak tanah.
Proses pelarutan dimulai dari tahap ekspansi partikel zat terlarut mapun pelarut. Selanjutnya partikel-partikel tersebut berinteraksi. Partikel zat terlarut dikelilingi oleh partikel pelarut. Tahap ini disebut solusi yang mneghasilkan larutan.

2. Jenis larutan berdasarkan daya hantar listriknya
Berdasarkan daya hantar listrik larutan dibedakan menjadi 2 yaitu :
  1. larutan yang dapat menghantarkan arus listrik ( larutan elektrolit)
   contohnya : larutan garam (NaCl), larutan cuka, H2SO4, NaOH, air laut, air sungai, larutan kapur sirih.
  1. larutan yang tidak dapat menghantarkan arus listrik disebut larutan nonelektrolit.
Contohnya : larutan gula, larutan urea, larutan alkohol, dan larutan glukosa.
Sifat daya hantar listrik zat yang larut dalam air dapat diketahui dengan menggunakan alat uji elektrolit.
Larutan elektrolit dapat menghantarkan arus listrik sedangakn larutan non lektrolit tidak dapat menghantarkan arus listrik karena di dalam air larutan elektrolit terionisasi atau teruari menjadi ion-ion yaitu ion positif dan ion negatif. Jadi ion-ion inilah yang menghantarakan arus listrik melalui larutan.contoh :
NaCl, NaOH dan CH3COOH dalam air terurai menjadi ion sebagai berikut :
NaCl(s)               Na+(aq)   +   Cl-(aq)
NaOH(s)                   Na+(aq)   +  OH-(aq)
CH3COOH              CH3COO-(aq)   +  H+(aq)

Ciri – ciri larutan elektrolit dan larutan non elektrolit
Larutan elektrolit
Larutan nonelektrolit
  1. dapat menghantarkan arus listrik
  2. larutan elektrolit di dalam air teruari menjadi ion-ion yaitu ion positif dan ion negatif
  3. semakin banyak jumlah ionya maka semakin kuat daya hantar listriknya
  4. lampu menyala terang
  5. terdapat gelembung-gelembung gas dalam jumlah yang banyak.
  1. tidak dapat menghantar arus listrik
  2. tidak mengandung ion-ion
  3. lampu tidak menyala
  4. tidak terdapat gelembung-gelembung gas

3. Jenis larutan berdasarkan ikatannya
            Larutan elektrolit dapat berupa senyawa ion dan senyawa kovalen.
  1. Senyawa ion adalah senyawa yang terbentuk dari ion-ion melalui ikatan ionik.ion-ion penyusun senyawa ionik terdiri atas ion posistifyang disebut kation dan ion negatif yang disebut anion. Jika senyawa ionik dilarutkan dalam air, ion-ion tersebut akan terurai dan bergerak bebas sehingga larutan ini digolongkan ke dalam larutan elektrolit kuat. Pada senyawa ionik yang berwujud padat, ion-ion tersebut tidak dapat bergerak bebas seperti dalam bentuk larutan. Akibatnya senyawa ionikdalam bentuk padatan tidak dapat menghantarakan arus listrik. Dalam bentuk lelehannya, ion-ion senyawa ionik dapat bergerak sehingga dapat menghantarkan arus listrik.
      contoh larutan elektrolit yang mengandung senyawa ion yaitu : NaCl, Kcl, NaOH,  KOH, Ba(OH)2.
  1. Senyawa kovalen ialah senyawa yang terdiri atas atom-atom (bukan ion) yang berikatan secara kovalen. Padatan dan lelehan senyawa kovalen tidak dapat menghantarkan arus listrik karena molekul kovalen tidak mengandung ion-ion. Namun, dalam bentuk larutannya ada senyawa kovalen yang dapat menghantarkan arus listrik, yaitu larutan senyawa-senyawa kovalen yang bersifat polar. Contoh larutan elektrolit yang mengandung senyaw kovalen (polar) yaitu : HCl, H2SO­4, CH3COOH, NH4OH, NH3, HNO3
Sumber :
  1. Suyatno, dkk .2007. Kimia Untuk SMA?MA Kelas X. Jakarta: Grasindo
  2. Sutresna, Nana. 2004. Kimia untuk SMA kelas 1 semester 2. Jakarta : Grafindo.
  3. Purba, Michael .2000. Kimia 2000 untuk SMU kelas 2. jakarta : Erlangga

IV.        Model Pembelajaran:
Kooperatif
V.           Alokasi Waktu
 2 x 45 menit

VI.        Skenario Pembelajaran
Kegiatan awal
o  Salam pembuka
o  Memeriksa kehadiran siswa
o  Membacakan indikator dan tujuan pembelajaran
o  Peserta didik dibagi menjadi 5 kelompok dimana masing-masing kelompok terdiri dari 5 orang peserta didik
o  Apersepsi:
Pendidik menjelaskan definisi larutan, zat terlarut dan zat pelarut
o  Motivasi
Berdasarkan definisi larutan, zat terlarut dan zat pelarut mengajak peserta didik untuk memberikan contoh dari beberapa larutan yang mereka ketahui
Kegiatan Inti
Eksplorasi
o   Mengarahkan siswa menuju kelompok yang sudah terbentuk sebelumnya
o   Meminta siswa untuk merangkai alat dan mempersiapkan bahan-bahan untuk percobaan
o   Membagikan lembaran LKS yang telah dibuat                 
Elaborasi
o   Guru membimbing siswa dalam melakukan percobaan
o   Masing-masing kelompok melakukan percobaan secara mandiri
o   Mencatat hasil pengamatan pada LKS
o   Tiap anggota kelompok diberikan kesempatan untuk mempresentasikan hasil diskusi yang dilakukannya bersama kelompok.
Konfirmasi
o   Tiap kelompok mempresentasikan hasil diskusinya
o   Guru memberikan evaluasi
Kegiatan Akhir
o   Bersama siswa mengambil kesimpulan terhadap apa yang sudah dipelajari pada hari ini.
o   Mengingatkan siswa untuk mengulangi pembelajaran dirumah dan memberikan tugas rumah
VII.  Alat / Bahan / Sumber Belajar : 
 Alat :   - alat uji elektrolit
-    gelas piala
-    Baterai
- Tisue
Bahan : (larutan)                                       - Garam dapur
-    HCl                                            - Alkohol
-    Cuka (CH3COOH)                    - Gula
-    NaOH                                        - Aquadest
Sumber Belajar :
-          Buku Kimia Kelas X
-          Lambar Kerja Siswa (LKS)
VIII.  Penilaian: 
Penilaian Proses Belajar
Dilakukan dengan cara :
a.       Penilaian afektif (sikap)
b.      Penilaian psikomotorik
c.       Penilaian kognitif
Jawablah pertanyaan berikut dengan tepat!
1.    Jelaskan pengertian larutan, larutan elektrolit dan larutan non elektrolit!
2.    Jelaskan dengan singkat mengapa larutan elektrolit dapat menghantarkan listrik!
3. Tuliskan reaksi ionisasi dari senyawa di bawah ini :
     a.  H2SO4       b. Mg(OH)2               c. BaCl2      d. H2O
4.  a. NaCl   b. C2H5OH     c. CH3COOH   d. Larutan Gula     e. HCl        f.  Urea
  Manakah dintara senyawa di atas yang tergolong senyawa elektrolit dan non  elektrolit ?
5.  Jelaskan perbedaan sifat antara larutan elektrolit dan non elektrolit!
                                                                                              
Mengetahui                                                               
Kepala SMAN 1 Pemulutan Barat                          Guru Mata Pelajaran



ADHAM, S.Pd                                                          Ratih Mayasita, S.Pd
NIP. 196901291994121001                                       NIP. 198605102011012005



Kesimpulan
            Pendidik dalam proses pembelajaran agar setiap kompetensi yang diharapkan dikuasai oleh peserta didik dianjurkan untuk menyusun sistem instruksional terlebih dahulu. Hal ini perlu dilakukan agar pendidik mengetahui permasalahan yang menyebabkan terjadinya kesenjangan antara  apa yang diharapkan dengan yang terjadi sebenarnya sehingga pendidik dapat memperbaiki permasalahan yang terjadi. Permasalahan yang terjadi di kelas X menyangkut nilai KKM kimia peserta didik yang tidak tuntas sebanyak 80% peserta didik. Hal ini menunjukkan bahwa kompetensi yang seharusnya bisa dikuasai ternyata tidak dapat dikuasai oleh peserta didik. Kesenjangan inilah yang ingin dicari perbaikannya dengan melihat analisis kebutuhan instruksional dan analisis karakteristik peserta didik. Berdasarkan kedua analisis ini maka pendidik dapat memperbaiki proses pembelajaran kimia sehingga menjadi proses pembelajaran yang dapat peserta didik menjadi lebih aktif dan dapat bertukar pikiran dengan teman.

Daftar Pustaka
Suparman, Atwi.,(2012). Desain Instruksional Modern. Erlangga:Jakarta.