Monday, 17 June 2013

UAS DIFUSI DAN INOVASI PENDIDIKAN



UJIAN AKHIR SEMESTER DIFUSI INOVASI PENDIDIKAN
Ratih Mayasita
06122503014


1.  Berbagai macam model Inovasi  pendidikan yang dapat diterapkan dalam pendidikan:
a.  Model apa yang paling tepat jika saudara ingin melaksanakannya di     sekolah
Jawab:
Menurut pendapat saya, dari 3 model inovasi pendidikan yang saya ketahui, yaitu: 1.Model Penelitian, Pengembangan dan Difusi, 2.Model Pengembangan Organisasi, 3.Model Konfigurasi. Model yang paling tepat untuk dilaksanakan disekolah adalah model yang kedua yaitu Model Pengembangan Organisasi.

b.  Mengapa dikatakan tepat atau baik, berikan alasan!
     Jawab:
Sesuai dengan namanya Model Pengembangan Organisasi, bahwasanya sekolah merupakan suatu organisasi. Model ini lebih berorientasi pada organisasi dari pada organisasi pada sistem sosial. Model ini berpusat pada sekolah. Model pengembangan organisasi ini berbeda dengan model pengembangan dan difusi. Model pengembangan organisasi juga berorientasi pada nilai yang tinggi artinya dalam model ini juga mendasarkan pada filosofi yang menyarankan agar sekolah jangan hanya diberi tahu tentang inovasi pendidikan dan disuruh menerimanya, tetapi sekolah hendaknya mampu mempersiapkan diri untuk memecahkan sendiri masalah pendikan yang dihadapinya.


c.   Buat petunjuk yang saudara anggap baik untuk  menerapkannya
Jawab:
Petunjuk Penerapan Inovasi di Sekolah
Inovasi pendidikan bukan berarti selalu perubahan atau pembaharuan yang bertaraf nasional dan diusahakan oleh panitia dipusat pemerintahan. Inovasi pendidikan dapat diusahakan oleh guru, kepala sekolah, dan mungkin juga ide pertama dari siswa. Berikut ini merupakan petunjuk bagaimana menerapkan ide untuk memperbaiki atau memecahkan masalah sekolah, yang merupakan sesuatu yang diamati sebagai sesuatu yang baru (inovasi) adalah:
1.  Buatlah rumusan yang jelas tentang inovasi yang akan diterapkan. Untuk mempermudah perumusan tentang kebutuhan dan inovasi yang akan diterapkan disarankan menggunakan pertanyaan antara lain; apakah anda akan mengatur sistem kepenasehatan siswa? mengembangkan pembagian tugas dewan guru dalam menunjang kelancaran program sekolah? dan pertanyaan lain yang mengarah pada tujuan inovasi yang akan dilakukan.
2.  Gunakan metode atau cara yang memberi kesempatan untuk berpartipasi secara aktif dalam usaha merubah pribadi maupun sekolah. Merubah sekolah sebenarnya merubah orang yang berada di sekolah yaitu guru dan siswa. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam mengadakan pembaharuan atau menerapkan inovasi:
a.  Tujuan diadakannya inovasi perlu dimengerti dan diterima oleh guru.
b.  Motivasi positif harus digunakan untuk memberikan rangsangan agar mau menerima inovasi.
c.   Harus diusahakan agar individu ikut berpartisipasi atau di beri kesempatan dalam mengambil keputusan inovasi.
d.  Perlu direncanakan tentang evaluasi keberhasilan program inovasi.
3.    Gunakan berbagai macam alternatif pilihan untuk mempermudah penerapan inovasi. Hal ini dikemukakan berdasarkan pemikiran bahwa yang menerapkan inovasi baik guru, maupun siswa memiliki perbedaan individual.
4.    Gunakan data atau informasi yang sudah ada untuk bahan pertimbangan dalam penyusunan perencanaan dan penerapan inovasi.
5.    Gunakan tambahan data untuk mempermudah fasilitas terjadinya penerapan inovasi.
6.    Gunakan kemanfaatan dari pengalaman sekolah atau lembaga yang lain. Pengalaman sekolah yang telah menerapkan dapat dipakai sebagai bahan pertimbangan dalam mengambil kebijakan dalam pelaksanaan inovasi di sekolah. Kita bisa mengambil contoh salah satu sekolah di Amerika, hal-hal apa saja yang dilakukan untuk melancarkan penerapan inovasi di sekolah berdasarkan pengalaman model school project di Amerika Serikat:
a.  Menggunakan guru penasehat untuk setiap kelompok siswa.
b.  Menyediakan pilihan (option) untuk mengantisipasi perbedaan individual anak.
c.   Mengembangkan material (bahan media) sebagai konsekuensi option.
d.  Membuat tempat belajar yang lebih baik.
e.  Membuat jadwal yang fleksibel.
f.    Meningkatkan penggunaan lingkungan sebagai sumber belajar.
g.  Mengadakan penilaian program penerapan inovasi.
h.  Mengadakan penilaian dan pelaporan hasil belajar siswa
i.    Membentuk team supervisi
7.    Berbuatlah secara positif untuk mendapatkan kepercayaan. Walaupun didunia pendidikan sukar untuk memperoleh dana guna mengadakan pembaharuan, namun demikian pimpinan pendidikan harus melakukan langkah atau mensukseskan usahanya yaitu:
a.  Kepala sekolah harus benar-benar memahami apa yang diperlukan untuk perbaikan sekolahnya.
b.  Kepala sekolah harus menghayati kenyataan bahwa inovasi memang perlu diadakan untuk perbaikan.
c.   Kepala sekolah harus yakin bahwa sekolah ini tepat untuk menerapkan inovasi.
8.    Menerima tanggung jawab pribadi. Guru perlu mendapatkan tempat, juga peranan sekolah, dalam masyarakat yang sedang mengalami perubahan dengan sangat cepat. Kepala sekolah, guru dan siswa akan menjumpai tantangan yang kompleks, pada tingkat dimana mereka bekerja atau belajar.
9.    Usahakan adanya pengorganisasian kegiatan yang memungkinkan terjadinya kepemimpinan yang efektif, mantap dan konsisten untuk menjawab tantangan.
10. Usahakan mencari jawaban atas berbagai macam pertanyaan dasar tentang inovasi di sekolah. Dengan menjawab pertanyaan tersebut dapat menunjang kelancaran program inovasi akan dilaksanakan di sekolah.

2.  Mengapa penerapan inovasi dalam suatu sekolah sering mengalami kegagalan? Berikan alasannya dan berikan suatu kasus serta bagaimana cara mengatasinya.
Jawab:
Seperti pada uraian jawaban disoal nomor 2 diatas, bahwa pelaksanaan inovasi disekolah tidak hanya untuk kepentingan satu pihak saja. Semua pihak harus ikut terlibat didalamnya seperti guru, siswa, dan semua warga sekolah yang ada. Metode yang digunakan harus memberi kesempatan kepada seluruh anggota untuk berpartipasi secara aktif dalam usaha merubah pribadi maupun sekolah. Kemudian dilihat juga dari asas kebermanfaatannya untuk perubahan sekolah. Kendala-kendala yang mempengaruhi keberhasilan usaha inovasi pendidikan antara lain:
1.  perkiraan yang tidak tepat terhadap inovasi
2.  konflik dan motivasi yang kurang sehat
3.  lemahnya berbagai faktor penunjang sehingga mengakibatkan tidak berkembangnya inovasi yang dihasilkan
4.  keuangan (finacial) yang tidak terpenuhi
5.  penolakan dari sekelompok tertentu atas hasil inovasi
6.    kurang adanya hubungan sosial dan publikasi
Contoh kasus: Seorang Guru ingin mempertahankan sistem atau metode yang mereka lakukan saat sekarang, karena sistem atau metode tersebut sudah mereka laksanakan bertahun-tahun dan tidak ingin diubah. Disamping itu sistem yang mereka miliki dianggap oleh mereka memberikan rasa aman atau kepuasan serta sudah baik sesuai dengan pikiran mereka dimana guru tetap mempertahankan sistem yang ada.
Untuk mengatasi hal itu seorang guru harus mau merubah sikap dan perilaku terhadap perubahan pendidikan yang sedang dan akan dikembangkan. Guru harus pandai membawa siswanya kepada tujuan yang hendak dicapai. Ada beberapa hal yang dapat membentuk kewibawaan guru antara lain adalah penguasaan materi yang diajarkan, metode mengajar yang sesuai dengan situasi dan kondisi siswa, hubungan antar individu, baik dengan siswa maupun antar sesama guru dan unsur lain yang terlibat dalam proses pendidikan.

3.  Berikan suatu contoh inovasi merupakan bagian dari sistem sosial, jelaskan faktor pendukung dan penghambat dalam sistem sosial tersebut.
Jawab:
Difusi inovasi terjadi didalam suatu sistem sosial. Dalam suatu sistem sosial terdapat struktur sosial, individu atau kelompok individu, dan norma-norma tertentu. Dalam sistem sosial termasuk sistem pendidikan diperlukan kejelasan peran yang diperlukan untuk melancarkan jalannya pencapaian tujuan inovasi yang relevan dengan komponen ini, misalnya: peran guru sebagai pemakai media (maka diperlukan keterampilan menggunakan berbagai macam media), peran guru sebagai pengelola kegiatan kelompok, guru sebagai anggota team teaching, dan sebagainya.
Faktor pendukung:
ü Sistem pendidikan formal yang maju
ü Adanya orientasi ke masa depan, mempersiapkan daya saing yang baik di masa yang akan datang
ü Mengikuti kemajuan IPTEK
Faktor penghambat:
ü Lemahnya berbagai faktor penunjang sehingga mengakibatkan tidak berkembangnya inovasi yang dihasilkan
ü Keuangan (finacial) yang tidak terpenuhi
ü Hambatan prosedur, termasuk dalam hambatan prosedur ialah kurang terampilnya tenaga pelaksana inovasi, kurang koordinasi antarbagian pelaksana inovasi, tidak cukup persediaan material yang digunakan.
4.  Konsekwensi inovasi merupakan perubahan yang terjadi dalam sistem sosial sebagai hasil dari perubahan atau penolakan suatu inovasi. Jelaskan dan berikan contoh yang jelas serta sebutkan konsekwensinya baik langsung ataupun tidak langsung.
Jawab:
Konsekuensi atau Akibat dari suatu perubahan yang terjadi pada individu atau sistem sosial merupakan hasil dari suatu adopsi atau penolakan terhadap inovasi. Sebuah inovasi memiliki sedikit dampak sampai inovasi itu didistribusikan ke dalam berbagai anggota sistem dan digunakan oleh para anggota sistem itu. Kemudian, invensi dan difusi merupakan tujuan yang dicapai.
Konsekuensi langsung adalah suatu inovasi mempunyai pengaruh yang segera terhadap individu atau suatu sistem sosial, sedangkan konsekuensi tidak langsung adalah inovasi yang memberikan pengaruh yang tidak segera. Konsekuensi langsung suatu inovasi menghasilkan perubahan-perubahan sistem sosial  yang terjadi  sebagai respon segera penyebaran suatu inovasi.
Konsekuensi tidak langsung adalah perubahan-perubahan dalam sistem sosial yang terjadi sebagai hasil konsekuensi langsung suatu inovasi yang masih memerlukan upaya tambahan dan prosesnya masih memerlukan waktu yang lebih lama.
Konsekuensi langsung sebuah inovasi merupakan perubahan pada individu atau sistem sosial yang terjadi secara langsung dari sebuah inovasi. Sedangan konsekuensi atau akibat tidak langsung merupakan perubahan pada individu atau sistem sosial yang terjadi sebagai hasil dari konsekuensi langsung suatu inovasi.
Contohnya: Bagi mahasiswa Universitas Terbuka (UT), dan siswa SMP Terbuka (SMPT), penggunaan siaran televise menyebabkan terjadinya peningkatan prestasi belajar untuk yang mengikutinya dengan tidak menambah beban dan waktu belajarnya, hal ini disebut konsekuensi langsung, sebaliknya apabila mahasiswa UT dan siswa SMPT yang mengikuti siaran TV itu ternyata meningkat prestasinya karena waktu belajarnya bertambah dan ia menyediakan atau menambah waktu khusus untuk mendiskusikan materi siaran TV tersebut, maka peningkatan prestasi mahasiswa dan siswa tersebut merupakan kosekuensi tak langsung.



No comments:

Post a Comment