ANALISIS KASUS
PRODUK DESAIN INSTRUKSIONAL
SMA NEGERI 1 PEMULUTAN BARAT
DOSEN PENGASUH:
Prof.
Dr. H.Fuad Abd. Rachman, M.Pd.
Dr.
Djamaah Sopah, MSc.Ed.
OLEH
:
RATIH MAYASITA
06122503014
UNIVERSITAS SRIWIJAYA
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU
PENDIDIKAN
PROGRAM STUDI MAGISTER TEKNOLOGI
PENDIDIKAN
2013
ANALISIS KASUS PRODUK DESAIN
INSTRUKSIONAL
SMA NEGERI 1 PEMULUTAN BARAT
Pendahuluan
Sekolah
merupakan wadah bagi peserta didik untuk mengembangkan potensi-potensi yang
dimilikinya. Sekolah merupakan lembaga pendidikan formal yang terdiri dari kepala sekolah, guru,
peserta didik, wali peserta didik dan karyawan sekolah.
Guru merupakan individu yang berinteraksi langsung dan intens
dengan peserta didik. Guru memiliki peran sebagai fasilitator bagi peserta
didik dalam proses pembelajaran. Tugas seorang guru adalah memberikan fasilitas
yang dibutuhkan peserta didik untuk mengembangkan potensi dirinya sendiri. Oleh
karena itu, seorang guru diharapkan dapat menyiapkan segala hal yang dapat digunakan
untuk mengembangkan potensi yang dimiliki oleh peserta didik dalam proses
pembelajaran. Persiapan yang dibuat oleh guru dapat berupa rancangan
pelaksanaan pembelajaran. Seorang guru sebelum memulai pembelajaran diharapkan
membuat rancangan pelaksanaan pembelajaran atau yang dikenal dengan RPP. RPP
bermanfaat untuk menentukan kegiatan pembelajaran yang terjadi antara peserta
didik dengan pendidik maupun dengan peserta didik lainnya dan kompetensi yang
ingin dicapai selama proses pembelajaran.
Kegiatan
pembelajaran merupakan salah satu faktor yang menentukan tujuan pembelajaran
dapat tercapai atau tidak. Apakah peserta didik sudah mencapai kompetensi yang
diharapakan atau tidak. Untuk mengetahui apakah peserta didik dapat mencapai
kompetensi yang diharapkan dapat dilihat selama proses pembelajaran berlangsung
dan dapat juga dilakukan melalui suatu tes evaluasi. Misalnya seorang guru
memberikan suatu pertanyaan yang terkait dengan kompetensi ketercapaian pembelajaran dan peserta didik mampu menjawab pertanyaan
yang diberikan. Maka dapat dikatakan bahwa tujuan pembelajaran dapat tercapai.
Seorang guru harus memperhatikan segala aspek
dalam diri peserta didik untuk mewujudkan tercapainya kompetensi pembelajaran
yang diharapkan. Hal ini terkait dengan karakteristik setiap individu yang
mencakup tingkat kecerdasaan, fisik, psikis dan spiritual berbeda. Peserta
didik juga memiliki gaya belajar, bakat dan minat yang berbeda antara yang satu dengan yang
lainnya. Misalnya peserta didik yang lebih suka dengan menonton maka akan lebih
menerima proses pembelajaran jika ada semacam tayangan yang diberikan.
Guru
diharapkan selain memahami karakteristik anak didiknya tetapi juga memberikan
kegiatan pembelajaran yang tepat dan bervariasi bagi anak didiknya. Hal ini
terkait supaya tidak ada kejenuhan peserta didik dalam menerima pembelajaran.
Untuk dapat sampai ke tahap tersebut, guru harus bersedia untuk selalu melakukan perbaikan-perbaikan
dalam proses pembelajarannya. Guru dituntut untuk melakukan analisis
pembelajaran agar tujuan pembelajaran dan kompetensi yang diharapkan dalam
proses pembelajaran dapat terwujud.
Beberapa
calon guru ataupun guru sudah melakukan kegiatan analisis instruksional namun
beberapa belum melakukan kegiatan tersebut. Hal ini dikarenakan kurangnya
pengetahuan mengenai melakukan analisis instruksional dan menyusun sistem
instruksional. Maka pemakalah dalam hal ini merumuskan permasalahan mengenai
langkah-langkah dalam menyusun sistem instruksional termasuk melakukan analisis
instruksional dan memberikan contoh analisis di SMA Negeri
1 Pemulutan Barat. Diharapkan dengan
mengetahui hal ini dapat memberikan manfaat berupa pengetahuan bagi guru
ataupun calon guru dalam melakukan menyusun sistem instruksional termasuk analisis
intruksional di sekolahnya masing-masing.
Langkah-Langkah dalam Menyusun Sistem Instruksional
Menurut Suparman(2012) mengemukakan bahwa langkah-langkah
dalam menyusun sistem instruksional dapat diperlihatkan pada bagan dibawah ini:
|
Mengidentifikasi
kebutuhan instruksional dan Menulis tujuan instruksional
|
|
Menyusun
strategi instruksional
|
|
Menyusun
alat penilaian hasil belajar
|
|
Menulis
TIK
|
|
Mengidentifikasi
perilaku dan karakteristik awal peserta didik
|
|
Melakukan analisis instruksional
|
|
Mengembangkan
bahan instruksional
|
|
Menyusun desain dan melaksanakan evaluasi formatif
|
|
Sistem instruksional
|
|
Implementasi evaluasi sumatif dan difusi inovasi
|
Keterangan:
1.
Mengidentifikasi
kebutuhan instruksional dan menulis tujuan instruksional umum
2.
Melakukan
analisis instruksional
3.
Mengidentifikasi
perilaku dan karakteristik awal peserta didik
4.
Menulis
tujuan instruksional khusus
5.
Menyusun
alat penilaian hasil belajar
6.
Menyusun
strategi instruksional
7.
Mengembangkan
bahan instruksional
Mengidentifikasi kebutuhan instruksional dan menulis tujuan instruksional
umum
Kebutuhan
Instruksional:
Langkah 1
1.
Peserta
didik merupakan siswa/i kelas X berjumlah 25 orang.
2.
Materi
Pembelajaran kimia memiliki nilai KKM sebesar 73
3.
Peserta
didik tidak mencapai KKM sebanyak 80% dari jumlah seluruhnya.
Langkah 2
1.
Peserta
didik yang tidak mencapai kompetensi yang diharapkan saat pembelajaran sebesar
80%
2.
Proses
pembelajaran yang dilakukan selama ini tidak memberikan hasil yang maksimal
Langkah 3
1.
Peserta
didik tidak memahami materi pembelajaran yang diberikan
2.
Peserta
didik kurang termotivasi selama proses pembelajaran
3. Peserta didik menunjukkan perilaku pasif selama proses pembelajaran
Langkah 4
1.
Peserta
didik belum
pernah mendapat materi mengenai larutan elektrolit dan non elektrolit
sebelumnya
Langkah 5
1.
Peserta
didik yang belum menerima pengetahuan ataupun pembelajaran larutan elektrolit
dan non elektrolit maka akan
merumuskan terlebih dahulu tujuan instruksional umum.
Standar
Kompetensi ( Tujuan Instruksional Umum) : Memahami sifat – sifat
larutan elektrolit dan non elektrolit, serta reaksi oksidasi-reduksi
Kompetensi
Dasar : Mengidentifikasi
sifat larutan Non-elektrolit dan Elektrolit berdasarkan data hasil percobaan
Melakukan analisis instruksional
Menurut
Suparman(2012), analisis instruksional
adalah proses penjabaran kompetensi umum jadi subkomptensi, kompetensi khusus
atau kompetensi dasar yang disusun secara sistematik dan logis.
Langkah-langkah dalam melakukan analisis instruksional
yaitu:
1.
Menuliskan
kompetensi umum yang telah Anda tulis dalam TIU untuk mata pelajaran yang
sedang anda kembangkan.
2.
Menulis
setiap subkompetensi yang menurut Anda menjadi bagian dari kompetensi umum
berkisar antara 5-10 buah. Bila sangat dibutuhkan, masih mungkin menambahnya
lebih banyak.
3.
Menyusun
subkompetensi di dalam suatu daftar dalam urutan yang logis dimulai dari
kompetensi umum, subkompetensi yang paling dekat hubungannya dengan kompetensi
umum, dan diteruskan mundur sampai subkompetensi yang paling jauh dari
kompetensi umum.
4.
Menambahkan
subkompetensi tersebut atau menguranginya jika perlu.
5.
Menuliskan
setiap subkompetensi dalam suatu lembar kertas ukuran 3 x 5 cm
6.
Menyusun
kartu tersebut di atas meja atau lantai dengan menempatkannya dalam struktur
hirarkis, prosedural atau pengelompokkan, menurut kedudukan masing-masing
terhadap kartu yang lain.
7.
Jika
perlu, tambahkan subkompetensi lain yang dianggap perlu atau kurang bila
dianggap lebih.
8.
Menggambarkan
letak setiap subkompetensi tersebut dalam bentuk kotak-kotak di atas lebar
sesuai dengan letak kartu yang telah Anda susun. Hubungkan kotak-kotak yang
telah digambar dengan garis-garis vertikal atau horizontal.
9.
Meneliti
kemungkinan menghubungkan kompetensi umum yang satu dan yang lain atau berbagai
subkompetensi yang berada di bawah kompetensi umum yang berbeda.
10. Memberi nomor urut pada setiap subkompetensi dimulai dari
yang terjauh sampai ke yang terdekat dengan kompetensi umum.
11. Mendiskusikan atau mengonsultasikan bagian yang telah
disusun dengan teman sejawat untuk mendapatkan masukan.
Contoh analisis instruksional X SMA Negeri 1 Pemulutan Barat mata pelajaran kimia untuk pokok bahasan Larutan
Elektrolit dan Non Elektrolit.
Kriteria Kompetensi dasar :
1.
Pengertian
larutan elektrolit
2.
Pengertian larutan non elektrolit
3.
Identifikasi sifat larutan elektrolit dan non
elektrolit berdasarkan percobaan
4.
Penggolongan larutan elektrolit
berdasarkan percobaan
5.
Penggolongan larutan non elektrolit
berdasarkan percobaan
6.
Reaksi ionisasi pada larutan elektrolit
Mengidentifikasi
perilaku dan karakteristik awal peserta didik
Langkah 1
Identifikasi perilaku dan karakteristik awal peserta didik
dengan cara observasi dan tes. Berdasarkan observasi dan tes diketahui bahwa
penguasaan awal kompetensi peserta didik kelas X SMA Negeri 1 Pemulutan Barat untuk Materi Pembelajaran Larutan elektrolit
dan non elektrolit yaitu:
|
No
|
Kompetensi dasar
|
Amat Baik
|
Baik
|
Cukup
|
Jelek
|
Amat Jelek
|
|
1
|
2
|
3
|
4
|
5
|
6
|
7
|
|
1.
2.
3.
4.
5.
6
7
8
|
Menjelaskan pengertian
Larutan
Menjelaskan mengapa larutan dapat menghantarkan
listrik
Menjelaskan pengertian
larutan elektrolit
Menjelaskan pengertian larutan non elektrolit
Menjelaskan perbedaan
sifat-sifat larutan elektrolit dan non elektrolit secara umum
Menyebutkan contoh larutan ekeltrolit
Menyebutkan contoh larutan non elektrolit
Menuliskan reaksi ionisasi larutan elektrolit
|
5
4
0
0
0
1
0
0
|
10
12
3
1
1
2
0
0
|
5
6
2
1
0
3
0
0
|
3
2
15
9
9
4
5
0
|
2
1
5
14
15
15
20
25
|
Langkah 2
a. Membuat angket terbuka kepada peserta didik kelas X dan menyebarkan
angket terbuka kepada peserta didik kelas X yang berjumlah 25 orang.. Siswa kelas X berjumlah 10 orang dan siswi kelas
X berjumlah 15
orang. Maka contoh angket terbuka dapat diperlihatkan dibawah ini:
FORMULIR
SISWA
Data Pribadi Siswa
Nama Siswa :
Tempat dan Tanggal Lahir :
Bahasa Sehari-Hari :
Bahasa Asing Yang Dikuasai :
Hobby :
Cita-Cita :
Alamat :
Alat Adio-visual Yang Dimiliki :
Alamat Email :
Data Pendidikan Siswa
a.
Lulusan
Dari :
b.
Tanggal/Nomor
STL :
c.
Lama
Belajar :
d.
Nilai
SKHUN :
e.
Tanggal/Nomor
SKHUN :
Data Orangtua Siswa
a.
Data
Ayah
Nama :
Tempat dan tanggal lahir :
Pendidikan
Terakhir :
Pekerjaan :
Golongan Pekerjaan :
Penghasilan per Bulan :
b.
Data
Ibu
Nama :
Tempat dan
tanggal lahir :
Pendidikan
Terakhir :
Pekerjaan :
Golongan
Pekerjaan :
Penghasilan
per Bulan :
Langkah 3
Berdasarkam data kompetensi kelas X untuk materi larutan elektrolit dan non
elektrolit maka dapat
disimpulkan bahwa ada 2 komptensi yang sudah dikuasai
siswa dan ada 6 kompetensi yang belum dikuasai oleh peserta didik. Mengingat materi mengenai larutan
elektrolit dan non elektrolit belum pernah
dipelajari sebelumnya.
Langkah 4
|
Kompetensi yang belum
dikuasai
|
Menjelaskan pengertian
larutan elektrolit Menjelaskan pengertian larutan non elektrolit
Menjelaskan perbedaan
sifat-sifat larutan elektrolit dan non elektrolit berdasarkan percobaan
Menyebutkan contoh larutan elektrolit
Menyebutkan contoh larutan non elektrolit
Menuliskan reaksi ionisasi larutan elektrolit
|
Langkah 5
Materi larutan elektrolit
dan non elektrolit yang akan
dipelajari memiliki urutan subpokok bahasan seperti di bawah ini:
1.
Menjelaskan pengertian larutan elektrolit
2.
Menjelaskan
pengertian larutan non elektrolit
3.
Menjelaskan sifat-sifat
larutan elektrolit dan non elektrolit berdasarkan percobaan
4.
Menyebutkan
contoh larutan elektrolit
5.
Menyebutkan
contoh larutan non elektrolit
6.
Menuliskan
reaksi ionisasi larutan elektrolit
Langkah 6
Berdasarkan
angket terbuka yang disebarkan kepada peserta didik maka dapat ditafsirkan
karakteristik peserta didik yaitu:
a. Keadaan Orangtua Siswa
Peserta
didik berasal dari keluarga yang ekonominya menengah kebawah, tingkat
pendidikan yang rendah dan pekerjaan orangtua adalah mayoritas petani dan
pedagang.
b. Gaya Belajar Siswa
Mayoritas
siswa/i kurang suka dalam membaca buku kimia kelas X. Hal ini terlihat dari ketidaksiapan siswa/i dalam
mengikuti materi pembelajaran selanjutnya. Mayoritas siswa/i kurang termotivasi
dalam pembelajaran jika hanya mendengarkan perkataan dari pendidik. Mayoritas
siswa/i lebih suka bekerja sama dalam kelompok dengan melakukan kegiatan
diskusi kelompok dan eksperimen.
c.
Kemampuan
belajar
Kemampuan
belajar siswa masih dibawah kriteria standar ketuntasan minimum. Nilai KKM
Kimia kelas X adalah
73. Kemandirian dalam mengerjakan tugas belum maksimal. Hal ini terlihat saat diberikan pekerjaan
rumah pada hari kamis untuk dikumpulkan pada hari sabtu maka hanya beberapa siswa yang
mengumpulkan selebihnya dikerjakan
pada pada hari sabtu disekolah.
d. Kemampuan Penggunaan Teknologi Informasi
Peserta
didik cendrung
tidak dapat menggunakan teknologi
informasi. Hal ini terlihat dari mayoritas peserta didik
tidak memiliki computer dan alat sejenisnya dirumah bahkan belum tersedianya
WARNET didaerah setempat.
e. Media pembelajaran kimia yang digunakan adalah white
board, board
marker, alat dan bahan
kimia.
f. Metode pembelajaran kimia yang digunakan adalah metode
ceramah, metode diskusi.
g. Mata pelajaran kimia dilakukan selama 2 kali dalam
seminggu. Jumlah jam pelajaran sebanyak 5 jam pelajaran. Pembelajaran kimia dilakukan pada hari kamis dan sabtu.
h. Mengevaluasi pembelajaran kimia yang berupa evaluasi hasil
belajar untuk materi larutan elektrolit
dan non elektrolit berupa
tes essay dan evaluasi program
pembelajaran.
Perumusan
Tujuan Instruksional Khusus
Langkah 1
Materi Pembelajaran : Larutan elektrolit dan
non elektrolit
Langkah 2
Peserta didik kelas X yang tidak mencapai KKM sebanyak 80%. Nilai KKM kimia
sebesar 73.
Nilai rata-rata peserta didik rendah.
Langkah 3
Peserta didik yang diharapkan dapat mencapai KKM sebanyak
80%
Langkah 4
Tujuan Instruksional Khusus yang terdiri dari komponen
ABCD:
Peserta didik
kelas X akan dapat
menjelaskan pengertian larutan
elektrolit
A B C
paling sedikit 100% benar
D
Peserta didik
kelas X akan dapat
menjelaskan pengertian larutan
A B C
non elektrolit paling sedikit 100%
benar
D
Peserta didik
kelas X akan dapat menjelaskan perbedaan sifat-sifat larutan
A B C
elektrolit dan non elektrolit berdasarkan
percobaan paling sedikit
100% benar
D
Peserta didik kelas X akan dapat menyebutkan contoh-contoh larutan
A B C
elektrolit paling sedikit 100% benar
D
Peserta didik kelas X akan dapat menyebutkan contoh-contoh larutan
A B C
non elektrolit paling sedikit 100% benar
D
Peserta didik
kelas X akan dapat menuliskan reaksi ionisasi larutan
A B C
elektrolit paling sedikit 80% benar
D
Menyusun
Alat Penilaian Hasil Belajar
Jawablah pertanyaan berikut dengan tepat
dan jelas!
1.
Jelaskan
pengertian larutan, larutan elektrolit dan larutan non elektrolit!
2.
Jelaskan dengan singkat mengapa larutan elektrolit dapat menghantarkan listrik!
3.
Tuliskan reaksi ionisasi dari senyawa di bawah ini :
a.
H2SO4
b. Mg(OH)2
c. BaCl2 d. H2O
4. a. NaCl
b. C2H5OH
c. CH3COOH d. Larutan
Gula e. HCl f.
Urea
Manakah
dintara senyawa di atas yang tergolong senyawa elektrolit dan non elektrolit ?
5.
Jelaskan perbedaan sifat antara larutan elektrolit dan non elektrolit
Pengembangan
Strategi Instruksional
Strategi instruksional berupa RPP yang dibuat
dari analisis desain instruksional (terlampir)
Pengembangan
Bahan Ajar
LARUTAN ELEKTROLIT
DAN NON ELEKTROLIT
Standar Kompetensi
Memahami
sifat – sifat larutan non elektrolit dan eletrolit, serta reaksi
oksidasi-reduksi
Kompetensi Dasar
Mengidentifikasi
sifat larutan Non-elektrolit dan Elektrolit berdasarkan data hasil percobaan
Tujuan
Pembelajaran :
Siswa akan dapat,
·
Menjelaskan pengertian larutan elektrolit
·
Menjelaskan
pengertian larutan non elektrolit
·
Menjelaskan perbedaan
sifat-sifat larutan elektrolit berdasarkan percobaan
·
Menyebutkan
contoh larutan elektrolit
·
Menyebutkan
contoh larutan non elektrolit
·
Menuliskan
reaksi ionisasi larutan elektrolit
Materi
Pembelajaran
LARUTAN
1.
Definisi larutan
Larutan didefinisikan sebagai
suatu campuran homogen dua macam zat tunggal atau lebih atau lebih dengan
bermacam-macam perbandingan komposisi, tidak memiliki bidang batas antara
komponen-komponennya, dan mempunyai sifat-sifat yang sama di seluruh bagianya
(serba sama).
Larutan (solution)
terdiri atas zat terlarut (solute) dan zat pelarut (solvent). Pada umunya zat
pelarut dalam larutan jumlahnya lebih banyak dari zat terlarut. Air merupakan
zat pelarut karena larutan sebagaian besar zat pelarutnya adalah air.
Zat –zat terlarut yang
tidak larut dalam air mengunakan zat pelarut yang sesuai dengan sifat zat
terlarutnya, misalnya alkohol murni, aseton, bensin, dan minyak tanah.
Proses pelarutan
dimulai dari tahap ekspansi partikel zat terlarut mapun pelarut. Selanjutnya
partikel-partikel tersebut berinteraksi. Partikel zat terlarut dikelilingi oleh
partikel pelarut. Tahap ini disebut solusi yang mneghasilkan larutan.
2.
Jenis larutan berdasarkan daya hantar listriknya
Berdasarkan daya hantar
listrik larutan dibedakan menjadi 2 yaitu :
- larutan yang dapat menghantarkan arus listrik ( larutan elektrolit)
contohnya : larutan garam (NaCl), larutan cuka, H2SO4,
NaOH, air laut, air sungai, larutan kapur sirih.
- larutan yang tidak dapat menghantarkan arus listrik disebut larutan nonelektrolit.
Contohnya
: larutan gula, larutan urea, larutan alkohol, dan larutan glukosa.
Sifat daya hantar listrik zat yang larut
dalam air dapat diketahui dengan menggunakan alat uji elektrolit.
Larutan elektrolit
dapat menghantarkan arus listrik sedangakn larutan non lektrolit tidak dapat
menghantarkan arus listrik karena di dalam air larutan elektrolit terionisasi
atau teruari menjadi ion-ion yaitu ion positif dan ion negatif. Jadi ion-ion
inilah yang menghantarakan arus listrik melalui larutan.contoh :
NaCl, NaOH dan CH3COOH dalam
air terurai menjadi ion sebagai berikut :
NaCl(s)
Na+(aq) + Cl-(aq)
NaOH(s) Na+(aq) + OH-(aq)
CH3COOH CH3COO-(aq) + H+(aq)
|
Ciri
– ciri larutan elektrolit dan larutan non elektrolit
|
|
|
Larutan
elektrolit
|
Larutan
nonelektrolit
|
|
|
3.
Jenis larutan berdasarkan ikatannya
Larutan
elektrolit dapat berupa senyawa ion dan senyawa kovalen.
- Senyawa ion adalah senyawa yang terbentuk dari ion-ion melalui ikatan ionik.ion-ion penyusun senyawa ionik terdiri atas ion posistifyang disebut kation dan ion negatif yang disebut anion. Jika senyawa ionik dilarutkan dalam air, ion-ion tersebut akan terurai dan bergerak bebas sehingga larutan ini digolongkan ke dalam larutan elektrolit kuat. Pada senyawa ionik yang berwujud padat, ion-ion tersebut tidak dapat bergerak bebas seperti dalam bentuk larutan. Akibatnya senyawa ionikdalam bentuk padatan tidak dapat menghantarakan arus listrik. Dalam bentuk lelehannya, ion-ion senyawa ionik dapat bergerak sehingga dapat menghantarkan arus listrik.
contoh
larutan elektrolit yang mengandung senyawa ion yaitu : NaCl, Kcl, NaOH, KOH, Ba(OH)2.
- Senyawa kovalen ialah senyawa yang terdiri atas atom-atom (bukan ion) yang berikatan secara kovalen. Padatan dan lelehan senyawa kovalen tidak dapat menghantarkan arus listrik karena molekul kovalen tidak mengandung ion-ion. Namun, dalam bentuk larutannya ada senyawa kovalen yang dapat menghantarkan arus listrik, yaitu larutan senyawa-senyawa kovalen yang bersifat polar. Contoh larutan elektrolit yang mengandung senyaw kovalen (polar) yaitu : HCl, H2SO4, CH3COOH, NH4OH, NH3, HNO3
Sumber :
- Suyatno, dkk .2007. Kimia Untuk SMA?MA Kelas X. Jakarta: Grasindo
- Sutresna, Nana. 2004. Kimia untuk SMA kelas 1 semester 2. Jakarta : Grafindo.
- Purba, Michael .2000. Kimia 2000 untuk SMU kelas 2. jakarta : Erlangga
Lembar Kerja Siswa
DAYA
HANTAR LISTRIK LARUTAN
Larutan banyak dijumpai dalam kehidupan
kita sehari-hari,seperti air teh, limun, air laut, air sungai, sirup dan lain
sebagainya. Kita mungkin pernah melihat orang menagkap ikan dengan menggunakan
arus litrik. Mengapa ikan bisa mati walaupun tidak bersentuhan secara langsung
dengan kawat/kabel ang dialiri listrik? Untuk memahami hal ini, maka lakukanlah
percobaan berikut :
Tujuan
: Menguji daya hantar listrik berbagai larutan dengan alat uji elektrolit
Alat
dan Bahan
Alat
: - alat uji elektrolit
-
gelas piala
-
Baterai
-
Aquadest
-
Tissue
Bahan
: (larutan)
-
HCl
-
Cuka (CH3COOH)
-
NaOH
-
garam dapur
-
Alkohol
-
Gula
Langkah
– langkah kerja
1. Rangkaian
alat uji elektrolit s
2.
eperti gambar berikut.
+ -
3. Ambil
gelas piala, isi dengan aquadest kira-kira ¾ bagian kemudian uji daya hantar
listriknya dengan mencelupkan kedua elektroda ke dalam aquadest tersebut.
4. Amati
apa yang terjadi pada lampu elektroda, catat hasil pengamatan anda dan masukkan
dalam tabel pengamatan.
5. Ulangi
langkah nomor 2 dengan memakai larutan-larutan dibawah ini:
Catatan
:
Kedua elektroda harus dicuci bersih dan dikeringkan dengan tisue sebelum dicelupkan kedalam larutan yang akan diuji.
Kedua elektroda harus dicuci bersih dan dikeringkan dengan tisue sebelum dicelupkan kedalam larutan yang akan diuji.
(larutan)
-
HCl
-
Cuka (CH3COOH)
-
NaOH
-
garam dapur
-
Alkohol
-
Gula
-
Aquadest
Tabel
Pengamatan
|
No
|
Larutan
|
Pengamatan
lampu
|
Pengamatan
elektroda
|
elektrolit
|
Non
elektrolit
|
|
|
kuat
|
lemah
|
|||||
|
1
|
Aquadest
|
|
|
|
|
|
|
2
|
HCl
|
|
|
|
|
|
|
3
|
NaOH
|
|
|
|
|
|
|
4
|
NaCl
|
|
|
|
|
|
|
5
|
CH3COOH
|
|
|
|
|
|
|
6
|
Lar.
Gula
|
|
|
|
|
|
|
7
|
C2H5OH
|
|
|
|
|
|
5. Berdasarkan hasil
pengamatan (ada/tidaknya gelembung gas pada elektroda), jawablah pertanyaan/kerjakan
tugas berikut :
a. Apa tanda-tanda/
gejala bahwa larutan menghantarkan arus listrik?
b. Apa tanda-tanda/
gejala bahwa larutan tidak menghantarkan arus listrik
c. Kelompokkan larutan
berdasarkan kemampuan menghantarkan arus listrik!
d. Menurut dugaan anda
apa tanda-tanda larutan elektrolit dan non elektrolit?
e. Buatlah kesimpulan
sesuai dengan tujuan percobaan!
6. Kesimpulan
Ditulis sesuai dengan nomor 4e!
A.
RPP
Sebelum Perbaikan
RENCANA
PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
LARUTAN ELEKTROLIT DAN NON ELEKTROLIT
Nama Sekolah : SMAN
1 Pemulutan Barat
Mata Pelajaran : Kimia
Kelas / Semester : X / 2
Alokasi Waktu
: 2 x
45 menit
Standar Kompetensi : Memahami
sifat – sifat larutan non elektrolit dan eletrolit, serta reaksi
oksidasi-reduksi
Kompetensi dasar :
Mengidentifikasi
sifat larutan Non-elektrolit dan Elektrolit berdasarkan data hasil percobaan
I.
Indikator Pencapaian Kompetensi:
·
Menjelaskan pengertian larutan elektrolit
·
Menjelaskan
pengertian larutan non elektrolit
·
Menjelaskan perbedaan
sifat-sifat larutan elektrolit berdasarkan percobaan
·
Menyebutkan
contoh larutan elektrolit
·
Menyebutkan
contoh larutan non elektrolit
·
Menuliskan
reaksi ionisasi larutan elektrolit
II.
Tujuan:
Siswa dapat,
·
Menjelaskan pengertian larutan elektrolit
·
Menjelaskan
pengertian larutan non elektrolit
·
Menjelaskan perbedaan
sifat-sifat larutan elektrolit berdasarkan percobaan
·
Menyebutkan
contoh larutan elektrolit
·
Menyebutkan
contoh larutan non elektrolit
·
Menuliskan
reaksi ionisasi larutan elektrolit
III.
Materi Ajar :
Larutan elektrolit dan non elektrolit
IV.
Model Pembelajaran:
·
Metode Pembelajaran : - Praktikum
·
Model Pembelajaran : - Diskusi Kelompok
V.
Skenario Pembelajaran
Kegiatan
awal
o
Salam pembuka
o
Memeriksa kehadiran siswa
o
Membacakan indikator dan tujuan pembelajaran
o
Peserta didik dibagi menjadi 5 kelompok dimana
masing-masing kelompok terdiri dari 5 orang peserta didik
o
Apersepsi:
Pendidik menjelaskan definisi larutan, zat terlarut dan
zat pelarut
o
Motivasi
Berdasarkan definisi larutan, zat terlarut dan
zat pelarut mengajak peserta didik untuk memberikan contoh dari beberapa
larutan yang mereka ketahui
Kegiatan
Inti
o
Mengarahkan siswa menuju kelompok yang sudah
terbentuk sebelumnya
o
Memberikan lembaran lks yang telah dibuat
o
Guru meminta siswa merangkai alat dan
mempersiapkan bahan untuk melakukan percobaan
o
Guru membimbing siswa dalam melakukan
percobaan
o
Siswa melakukan percobaan secara mandiri
o
Memfasilitasi
peserta didik untuk menyampaikan hasil diskusi dan memberi kesempatan anggota
kelompok lain untuk bertanya atau memberi tanggapan.
Kegiatan Akhir
o
Bersama
siswa mengambil kesimpulan terhadap apa yang sudah dipelajari pada hari ini.
o
Melakukan evaluasi terhadap hasil pembelajaran
hari ini
VI. Alat / Bahan / Sumber Belajar :
Buku Kimia
VII. Penilaian: Soal berbentuk essay sebanyak 5 butir soal
Mengetahui
Kepala SMAN 1 Pemulutan Barat Guru
Mata Pelajaran
ADHAM, S.Pd Ratih
Mayasita, S.Pd
NIP. 196901291994121001 NIP. 198605102011012005
B.
Tahap
Evaluasi RPP
Tahap evaluasi RPP dilakukan adalah tahap terakhir yaitu
uji coba lapangan. Dalam
tahap evaluasi ini peneliti meminta rekan sejawat yaitu Guru bidang studi kimia
yang mengajar di kelas XI IPA.
C.
RPP
sesudah perbaikan
RENCANA
PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
LARUTAN ELEKTROLIT DAN NON ELEKTROLIT
Nama Sekolah : SMAN
1 Pemulutan Barat
Mata Pelajaran : Kimia
Kelas / Semester : X / 2
Alokasi Waktu
: 2 x
45 menit
Standar Kompetensi : Memahami
sifat – sifat larutan non elektrolit dan eletrolit, serta reaksi
oksidasi-reduksi
Kompetensi dasar :
Mengidentifikasi
sifat larutan Non-elektrolit dan Elektrolit berdasarkan data hasil percobaan
I.
Indikator Pencapaian Kompetensi:
·
Menjelaskan pengertian larutan elektrolit
·
Menjelaskan
pengertian larutan non elektrolit
·
Menjelaskan perbedaan
sifat-sifat larutan elektrolit berdasarkan percobaan
·
Menyebutkan
contoh larutan elektrolit
·
Menyebutkan
contoh larutan non elektrolit
·
Menuliskan
reaksi ionisasi larutan elektrolit
II.
Tujuan:
Siswa dapat,
·
Menjelaskan pengertian larutan elektrolit
·
Menjelaskan
pengertian larutan non elektrolit
·
Menjelaskan perbedaan
sifat-sifat larutan elektrolit berdasarkan percobaan
·
Menyebutkan
contoh larutan elektrolit
·
Menyebutkan
contoh larutan non elektrolit
·
Menuliskan
reaksi ionisasi larutan elektrolit
III.
Materi Ajar :
LARUTAN
1.
Definisi larutan
Larutan didefinisikan
sebagai suatu campuran homogen dua macam zat tunggal atau lebih atau lebih
dengan bermacam-macam perbandingan komposisi, tidak memiliki bidang batas
antara komponen-komponennya, dan mempunyai sifat-sifat yang sama di seluruh
bagianya (serba sama).
Larutan (solution)
terdiri atas zat terlarut (solute) dan zat pelarut (solvent). Pada umunya zat
pelarut dalam larutan jumlahnya lebih banyak dari zat terlarut. Air merupakan
zat pelarut karena larutan sebagaian besar zat pelarutnya adalah air.
Zat –zat terlarut yang
tidak larut dalam air mengunakan zat pelarut yang sesuai dengan sifat zat terlarutnya,
misalnya alkohol murni, aseton, bensin, dan minyak tanah.
Proses pelarutan
dimulai dari tahap ekspansi partikel zat terlarut mapun pelarut. Selanjutnya
partikel-partikel tersebut berinteraksi. Partikel zat terlarut dikelilingi oleh
partikel pelarut. Tahap ini disebut solusi yang mneghasilkan larutan.
2.
Jenis larutan berdasarkan daya hantar listriknya
Berdasarkan daya hantar
listrik larutan dibedakan menjadi 2 yaitu :
- larutan yang dapat menghantarkan arus listrik ( larutan elektrolit)
contohnya : larutan garam (NaCl), larutan cuka, H2SO4,
NaOH, air laut, air sungai, larutan kapur sirih.
- larutan yang tidak dapat menghantarkan arus listrik disebut larutan nonelektrolit.
Contohnya
: larutan gula, larutan urea, larutan alkohol, dan larutan glukosa.
Sifat daya hantar listrik zat yang larut
dalam air dapat diketahui dengan menggunakan alat uji elektrolit.
Larutan elektrolit
dapat menghantarkan arus listrik sedangakn larutan non lektrolit tidak dapat
menghantarkan arus listrik karena di dalam air larutan elektrolit terionisasi
atau teruari menjadi ion-ion yaitu ion positif dan ion negatif. Jadi ion-ion
inilah yang menghantarakan arus listrik melalui larutan.contoh :
NaCl, NaOH dan CH3COOH dalam
air terurai menjadi ion sebagai berikut :
NaCl(s)
Na+(aq) + Cl-(aq)
NaOH(s) Na+(aq) + OH-(aq)
CH3COOH CH3COO-(aq) + H+(aq)
|
Ciri
– ciri larutan elektrolit dan larutan non elektrolit
|
|
|
Larutan
elektrolit
|
Larutan
nonelektrolit
|
|
|
3.
Jenis larutan berdasarkan ikatannya
Larutan
elektrolit dapat berupa senyawa ion dan senyawa kovalen.
- Senyawa ion adalah senyawa yang terbentuk dari ion-ion melalui ikatan ionik.ion-ion penyusun senyawa ionik terdiri atas ion posistifyang disebut kation dan ion negatif yang disebut anion. Jika senyawa ionik dilarutkan dalam air, ion-ion tersebut akan terurai dan bergerak bebas sehingga larutan ini digolongkan ke dalam larutan elektrolit kuat. Pada senyawa ionik yang berwujud padat, ion-ion tersebut tidak dapat bergerak bebas seperti dalam bentuk larutan. Akibatnya senyawa ionikdalam bentuk padatan tidak dapat menghantarakan arus listrik. Dalam bentuk lelehannya, ion-ion senyawa ionik dapat bergerak sehingga dapat menghantarkan arus listrik.
contoh
larutan elektrolit yang mengandung senyawa ion yaitu : NaCl, Kcl, NaOH, KOH, Ba(OH)2.
- Senyawa kovalen ialah senyawa yang terdiri atas atom-atom (bukan ion) yang berikatan secara kovalen. Padatan dan lelehan senyawa kovalen tidak dapat menghantarkan arus listrik karena molekul kovalen tidak mengandung ion-ion. Namun, dalam bentuk larutannya ada senyawa kovalen yang dapat menghantarkan arus listrik, yaitu larutan senyawa-senyawa kovalen yang bersifat polar. Contoh larutan elektrolit yang mengandung senyaw kovalen (polar) yaitu : HCl, H2SO4, CH3COOH, NH4OH, NH3, HNO3
Sumber :
- Suyatno, dkk .2007. Kimia Untuk SMA?MA Kelas X. Jakarta: Grasindo
- Sutresna, Nana. 2004. Kimia untuk SMA kelas 1 semester 2. Jakarta : Grafindo.
- Purba, Michael .2000. Kimia 2000 untuk SMU kelas 2. jakarta : Erlangga
IV.
Model Pembelajaran:
Kooperatif
V.
Alokasi Waktu
2
x 45 menit
VI.
Skenario Pembelajaran
Kegiatan
awal
o
Salam pembuka
o
Memeriksa kehadiran siswa
o
Membacakan indikator dan tujuan pembelajaran
o
Peserta didik dibagi menjadi 5 kelompok dimana
masing-masing kelompok terdiri dari 5 orang peserta didik
o
Apersepsi:
Pendidik menjelaskan definisi larutan, zat terlarut dan
zat pelarut
o
Motivasi
Berdasarkan definisi larutan, zat terlarut dan
zat pelarut mengajak peserta didik untuk memberikan contoh dari beberapa
larutan yang mereka ketahui
Kegiatan
Inti
Eksplorasi
o
Mengarahkan siswa menuju kelompok yang sudah
terbentuk sebelumnya
o
Meminta siswa untuk merangkai alat dan mempersiapkan
bahan-bahan untuk percobaan
o
Membagikan lembaran LKS yang telah dibuat
Elaborasi
o
Guru
membimbing siswa dalam melakukan percobaan
o
Masing-masing
kelompok melakukan percobaan secara mandiri
o
Mencatat
hasil pengamatan pada LKS
o
Tiap anggota kelompok diberikan kesempatan untuk mempresentasikan hasil
diskusi yang dilakukannya bersama kelompok.
Konfirmasi
o
Tiap kelompok mempresentasikan hasil diskusinya
o
Guru memberikan evaluasi
Kegiatan Akhir
o
Bersama
siswa mengambil kesimpulan terhadap apa yang sudah dipelajari pada hari ini.
o
Mengingatkan
siswa untuk mengulangi pembelajaran dirumah dan memberikan tugas rumah
VII. Alat / Bahan / Sumber Belajar :
Alat
: - alat uji elektrolit
- gelas
piala
- Baterai
-
Tisue
Bahan
: (larutan) -
Garam dapur
- HCl -
Alkohol
- Cuka
(CH3COOH) -
Gula
- NaOH -
Aquadest
Sumber
Belajar :
-
Buku Kimia Kelas X
-
Lambar Kerja Siswa (LKS)
VIII. Penilaian:
Penilaian
Proses Belajar
Dilakukan dengan cara :
a. Penilaian
afektif (sikap)
b. Penilaian
psikomotorik
c. Penilaian
kognitif
Jawablah pertanyaan berikut dengan tepat!
1. Jelaskan
pengertian larutan, larutan elektrolit dan larutan non elektrolit!
2. Jelaskan
dengan singkat mengapa larutan elektrolit dapat menghantarkan listrik!
3.
Tuliskan reaksi ionisasi dari senyawa di bawah ini :
a.
H2SO4
b. Mg(OH)2
c. BaCl2 d. H2O
4. a. NaCl
b. C2H5OH
c. CH3COOH d. Larutan
Gula e. HCl f.
Urea
Manakah
dintara senyawa di atas yang tergolong senyawa elektrolit dan non elektrolit ?
5.
Jelaskan perbedaan sifat antara larutan elektrolit dan non elektrolit!
Mengetahui
Kepala SMAN 1 Pemulutan Barat Guru Mata Pelajaran
ADHAM, S.Pd Ratih
Mayasita, S.Pd
NIP. 196901291994121001 NIP. 198605102011012005
Kesimpulan
Pendidik dalam proses pembelajaran agar setiap
kompetensi yang diharapkan dikuasai oleh peserta didik dianjurkan untuk
menyusun sistem instruksional terlebih dahulu. Hal ini perlu dilakukan agar
pendidik mengetahui permasalahan yang menyebabkan terjadinya kesenjangan
antara apa yang diharapkan dengan yang
terjadi sebenarnya sehingga pendidik dapat memperbaiki permasalahan yang
terjadi. Permasalahan yang terjadi di kelas X menyangkut nilai KKM kimia
peserta didik yang tidak tuntas sebanyak 80% peserta didik. Hal ini menunjukkan
bahwa kompetensi yang seharusnya bisa dikuasai ternyata tidak dapat dikuasai
oleh peserta didik. Kesenjangan inilah yang ingin dicari perbaikannya dengan
melihat analisis kebutuhan instruksional dan analisis karakteristik peserta
didik. Berdasarkan kedua analisis ini maka pendidik dapat memperbaiki proses
pembelajaran kimia sehingga menjadi proses pembelajaran yang dapat peserta
didik menjadi lebih aktif dan dapat bertukar pikiran dengan teman.
Daftar Pustaka
Suparman, Atwi.,(2012). Desain Instruksional Modern. Erlangga:Jakarta.
No comments:
Post a Comment