TEKNOLOGI PENDIDIKAN



MID SEMESTER MATA KULIAH DIFUSI INOVASI
Ratih Mayasita
06122503014

1.    Jelaskan unsur-unsur difusi inovasi dan aplikasinya dalam bidang pendidikan !
Jawab:
Unsur-unsur difusi inovasi yaitu:
1.    Inovasi
Inovasi diartikan sebagai suatu ide/gagasan, praktik atau objek/benda yang disadari dan diterima sebagai suatu hal yang baru oleh seseorang atau kelompok untuk diadopsi (an idea, practice, or object that is perceived as new by an individual or other unit of adoption) (Everett M. Rogers, 2003). Inovasi dapat juga diartikan sebagai suatu perubahan yang sifatnya khusus, memiliki nuansa kebaruan, dan disengaja melalui suatu program yang jelas dan direncanakan terlebih dahulu, serta dirancang untuk mencapai tujuan yang diharapkan dari suatu sistem tertentu (Mattew B. Miles, 1973)
2.  Saluran Komunikasi
Komunikasi dalam proses difusi: upaya mempertukarkan ide baru (inovasi) oleh seseorang atau unit tertentu yang telah mempunyai pengetahuan dan pengalaman dalam menggunakan inovasi tersebut (innovator) kepada seseorang atau unit lain yang belum memiliki pengetahuan dan pengalaman mengenai inovasi itu (potential adopter) melalui saluran komunikasi tertentu.
Saluran komunikasi dapat dikategorikan menjadi dua yaitu:
1.     Saluran media massa (mass media channel), dan
2.     Saluran antarpribadi (interpersonal channel)          
3.    Waktu
Waktu merupakan salah satu unsur penting dalam proses difusi.
Dimensi waktu, dalam proses difusi, berpengaruh dalam hal:
1.    Proses keputusan inovasi, yaitu tahapan proses sejak seseorang menerima informasi pertama sampai ia menerima atau menolak inovasi.
2.    Keinovativan individu atau unit adopsi lain, yaitu kategori relatif tipe adopter (adopter awal atau akhir); dan,
3.    Rata-rata adopsi dalam suatu sistem, yaitu seberapa banyak jumlah anggota suatu sistem mengadopsi suatu inovasi dalam periode waktu tertentu.
4.    Sistem sosial
Proses difusi terjadi dalam suatu sistem sosial. Sistem sosial adalah satu set unit yang saling berhubungan yang tergabung dalam suatu upaya pemecahan masalah bersama untuk mencapai suatu tujuan. Anggota dari suatu sistem sosial dapat berupa individu, kelompok informal, organisasi dan atau sub sistem.
Proses difusi dalam kaitannya dengan sistem sosial ini dipengaruhi oleh :
·      struktur sosial
·      norma sosial
·      peran pemimpin dan agen perubahan
·      tipe keputusan inovasi
·      konsekuensi inovasi.
Aplikasi unsur-unsur difusi inovasi dalam bidang pendidikan
Untuk mengefektifkan proses belajar-mengajar para guru diminta membuat persiapan mengajar dengan menggunakan model desain instruksional PPSI (Prosedur Pengembangan Sistem Instruksional), dalam program tersebut, suatu inovasi yang bernama model desain instruksional PPSI, dikomunikasikan melalui berbagai saluran komunikasi (para pakar pendidikan), dimana para guru dilatih membuat persiapan mengajar dengan model PPSI dan tentunya itu terjadi dalam kurun waktu tertentu  agar inovasi yang bernama model desain instruksional PPSI dapat dimengerti, dipahami, diterima, dan diimplementasikan (diadopsi) oleh para guru. Program tersebut dilaksanakan dengan menerapkan prinsip difusi inovasi.
Contoh lainnya, yaitu Model Pendidikan dengan Sistem Belajar Mandiri diadopsi oleh suatu sistem sosial tertentu yaitu Departemen Agama untuk meningkatkan kualifikasi guru-guru Madrasah Tsanawiyah dan Aliyah.

2.    Dari enam (6) tahap proses pengembangan inovasi, tahap difusi dan adopsi dianggap sebagai tahap yang penting. Jelaskan pandangan anda tentang hal ini dan berikan contoh !
Jawab:
Saya setuju jika tahap difusi dan adopsi dianggap sebagai tahap yang penting, karena menurut pandangan saya salah satu keputusan yang paling penting dalam seluruh proses pengembangan inovasi adalah mulai difusi menyebar inovasi kepada adopter-adopter yang potensial. Salah satu dari yang paling penting dalam proses pengembangan inovasi adalah keputusan untuk memulai menyebarkan inovasi kepada para peneliti bekerja sama dengan agen pembaru. Di satu sisi, biasanya ada tekanan untuk menyetujui  suatu inovasi untuk difusi sesegera mungkin, sebagaimana masalah/kebutuhan sosial perlu mendapatkan prioritas penyelesaian. Dana publik bisa digunakan untuk melakukan penelitian dan dukungan dana investasi publik hingga inovasi diadopsi oleh pengguna. Di sisi lain, reputasi dan kredibilitas agen perubahan di mata kliennya hanya merekomendasikan inovasi yang akan memberikan keuntungan bagi adopter. Contoh: Para ilmuwan biasanya sangat berhati-hati bila tiba saatnya untuk menterjemahkan penemuan mereka ke dalam bentuk praktek.

3.    Sebelum seseorang memutuskan akan mengadopsi sebuah inovasi atau tidak ada lima tahap keputusan inovasi yang dilaluinya. Apakah urutan tahapan ini sama antara adopsi pada tingkat organisasi dan pada tingkat individu ?
Jawab:
Menurut Rogers, proses keputusan inovasi terdiri lima tahap, yaitu:
1.  Tahap pengetahuan, tahap ini berlangsung jika seseorang atau unit  pengambil keputusan yang lain, menyadari adanya inovasi dan ingin tahu sehingga membuka diri terhadap adanya suatu inovasi serta ingin mengetahui bagaimana fungsi inovasi tersebut. Proses menyadari atau membuka diri terhadap suatu inovasi dilakukan secara aktif bukan secara fasif.
2.  Tahap bujukan, tahap ini berlangsung ketika seseorang atau unit pengambil keputusan yang lain, mulai membentuk sikap menyenangi atau tidak menyenangi terhadap inovasi. Tahapan ini terlihat keaktifan mental lebih banyak muncul. Seseorang akan berusaha lebih banyak mengetahui tentang inovasi, dan menafsirkan informasi yang diterimanya. Hasil dalam tahap ini yaitu adanya penentuan menyenangi atau tidak menyenangi inovasi.
3.    Tahap keputusan, tahap ini berlangsung ketika seseorang atau unit pengambil keputusan yang lain, melakukan aktivitas yang mengarah kepenetapan untuk memutuskan menerima atau menolak inovasi. Menolak berarti tidak menerapkan inovasi sedangkan menerima berarti akan menerapkan inovasi sepenuhnya.
4.    Tahap implementasi, tahap ini berlangsung ketika seseorang atau unit pengambil keputusan yang lain, mengharapkan atau menggunakan inovasi. Keaktifan mental dan perbuatan berlangsung pada tahap ini. Tahap implementasi berakhir jika penerapan inovasi sudah melembaga atau telah bersifat rutin. Pada tahapan ini dapat terjadi hal yang disebut reinvention (invensi kembali) yaitu penerapan inovasi dengan mengadakan perubahan atau modifikasi. Hal ini terjadi bisa dikarenakan inovasi bersifat sangat kompleks dan sukar dimengerti, penerima inovasi kurang dapat memahami inovasi sehingga melakukan modifikasi-modifikasi tertentu.
5.    Tahap konfirmasi, tahap ini berlangsung ketika seseorang atau unit pengambil keputusan yang lain, mencari penguatan terhadap keputusan inovasi yang telah dibuatnya. Pengambil keputusan dapat menarik kembali keputusannya jika ternyata diperoleh informasi tentang inovasi yang bertentangan dengan informasi yang diterima terdahulu. Tahapan ini berlangsung secara berkelanjutan sejak terjadi keputusan menerima atau menolak inovasi yang berlangsung dalam waktu yang tak terbatas.
Penjelasan
Menurut pendapat saya urutan tahapan antara adopsi pada tingkat organisasi dan pada tingkat individu sama, keduanya sama-sama melalui lima tahapan sebelum mengadopsi suatu inovasi. Namun terdapat perbedaan dalam pengadopsian inovasi pada tingkat individu dan organisasi. Suatu inovasi yang diadopsi secara individual secara umum diadopsi lebih cepat dari pada suatu inovasi yang diadopsi oleh suatu kelompok. Adopsi pada tingkat individu merupakan suatu keputusan yang diambil secara pribadi atau bergantung pada individu itu sendiri, sedangkan adopsi pada tingkat organisasi cenderung diadopsi karena suatu bentuk paksaan yang mengharuskan kelompok itu menggunakan inovasi. Semakin banyak orang yang terlibat dalam pembuatan keputusan untuk mengadopsi suatu inovasi maka tingkat adopsi akan semakin lambat. Artinya, kecepatan tingkat adopsi inovasi dalam rangka untuk membuat sebuah keputusan inovasi tergantung semakin sedikitnya individu yang terlibat.

4.    Jelaskan keterkaitan antara saluran komunikasi dengan keputusan inovasi !
Jawab:
Saluran komunikasi merupakan suatu ’alat’ untuk menyampaikan pesan-pesan inovasi dari sumber kepada penerima. Dalam memilih saluran komunikasi, sumber paling tidak perlu memperhatikan tujuan diadakannya komunikasi dan karakteristik penerima. Jika komunikasi dimaksudkan untuk memperkenalkan suatu inovasi kepada khalayak yang banyak dan tersebar luas, maka saluran komunikasi yang lebih tepat, cepat dan efisien, adalah media massa. Tetapi jika komunikasi dimaksudkan untuk mengubah sikap atau perilaku penerima secara personal, maka saluran komunikasi yang paling tepat adalah saluran interpersonal.
Suatu inovasi yang diadopsi secara individual secara umum diadopsi lebih cepat dari pada suatu inovasi yang diadopsi oleh suatu kelompok. Semakin banyak orang yang terlibat dalam pembuatan keputusan untuk mengadopsi suatu inovasi maka tingkat adopsi akan semakin lambat. Artinya, kecepatan tingkat adopsi inovasi dalam rangka untuk membuat sebuah keputusan inovasi tergantung semakin sedikitnya individu yang terlibat.
Saluran-saluran Komunikasi biasanya digunakan untuk mendifusikan suatu inovasi, juga dapat mempengaruhi tingkat adopsi inovasi. Contohnya jika saluran interpersonal (dibandingkan saluran media massa) menciptakan kesadaran ilmu pengetahuan, sebagaimana seringkali terjadi pada pengadopsi selanjutnya, tingkat adopsi mereka terjadi secara lambat. Jika sebuah saluran komunikasi yang tidak pantas digunakan, melalui seperti media massa untuk ide-ide baru yang rumit/kompleks/sulit dipahami, hal ini akan mengakibatkan tingkat adopsi yang rendah.

No comments:

Post a Comment